2 Anggota PSI Cecar Anak Buah Anies Soal Robot Pemadam DKI yang Dibeli Overprice!

PSI mempertanyakan pembelian robot pemadam kebakaran oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan, yang angkanya sangat fantastis. 8,89 miliar. Kalau bicara angka robot itu sendiri, saya sebetulnya tidak terlalu perduli. Bisa saja memang sangat mahal karena teknologinya.

Akan tetapi, PSI lewat dua legislatornya, August Hamonangan dan William Sarana, membandingkan dengan pembelian robot sejenis oleh Singapura, Kanada dan Filipina, dengan harga kisaran rata-rata 4-6 miliar saja. Jadi kelebihan 2-4 miliar yang dibeli oleh Anies itu bagaimana pertanggungjawabannya. Stop buang-buang uang rakyat, Nies.

Kok bau-baunya ada mark up ya? Karena kita tahu bahwa Anies ini paling jago mark up. Selama ini kita melihatnya bahwa orang ini jago mark up kata-kata dan janji manisnya yang sekarang membuktikan ternyata ngibul. Apakah pembelian ini mencium bau-bau mark up anggaran? BPK ke mana?
Duit rakyat harus kembali ke rakyat. Jangan sampai duit rakyat malah masuk ke kantong-kantong pejabat, bawahan Anies Baswedan dan bahkan sampai ke Anies Baswedan itu sendiri.

August Hamonangan, Anggota Komisi A DPRD DKI – PSI
Di fraksi kami ada temuan program penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Tadi disinggung mengenai adanya robot pemadam.
Kami mendapatkan temuan sementara, temuan dari kami. Mohon kami juga ingin mengetahui karena kami sudah pernah menyampaikan juga. Dan ini sepertinya dibeli dengan nilai yang begitu tinggi. Mohon mungkin ada penjelasan dari Pak Kadis. Akan ditambahkan lagi nantinya oleh Pak William.

William Aditya Sarana, Anggota Komisi A DPRD DKI – PSI
Saya ingin menanyakan soal salah satu robot. Namanya Fire Fighting Robot LUF 60. Waktu itu sempat masuk berita juga, diposting juga sama Pak Anies. Diendorse juga. Bahwa ini adalah robot yang cukup canggih. Untuk mengatasi kebakaran. Memang cukup mahal Pak ya. Artinya ini pengadaannya sekitar 8 miliar.

Tapi kalau kita bisa bandingkan dengan negara-negara lain, misalnya di Singapura, Manila (Filipina), Canada, itu kisaran harganya 2 miliaran sampai 4 sampai 5 miliar. Sedangkan kita membelinya di harga 8 miliar.

Jadi mungkin bisa dijelaskan pak proses pembelian dari robot LUF 60 tersebut. Apakah sudah digunakan dengan baik? Apakah sudah tepat sasaran atau belum?

Satriadi Gunawan, kadis penanggulangan dan penyelamatan DKI Jakarta.
Kemudian kaitan dengan temuan BPK kaitan robotic dan LUF, sudah ada temuan BPK. Dalam temuannya, untuk LUF, 847 juta dan ini dalam proses pengembalian.

Hal yang paling saya rasa perlu diangkat terus menerus adalah bagaimana cara Anies dan bawahannya menggunakan uang-uang yang sebetulnya dari, oleh dan untuk rakyat. Caranya begitu tidak terhormat dan seringkali dianggap sebelah mata.

Selama ini Anies dicitrakan oleh pendukungnya sebagai sosok yang begitu saleh dan seagama. Sedangkan dia dianggap oleh orang yang berbeda haluan politiknya sebagai sosok rasis pemain isu SARA dan membiarkan intoleransi meraja lela.

Tapi kalau mau dikata jujur dan sebenar-benarnya, Anies ini orang yang harusnya kita lihat sebagai sosok yang harus dikritik karena caranya menggunakan uang.

Kalau salah mengelola uang, bagaimana mau mengelola manusia? Pembelian alat pemadam kebakaran canggih yakni Fire Fighter LUF 60 ini pun juga menjadi mubazir. Awalnya dia bisa saja mengendorse dan mencitrakan diri membeli barang untuk kepentingan rakyat.

Tapi ketika kita melihat angka 2-4 miliar yang lebih mahal, kita harus lebih memahami bahwa Anies ini adalah orang yang menggunakan agama untuk mendompleng niatnya untuk mengeruk uang. Jujur saja, kalau nilai 2-4 miliar lebih mahal, dia sudah tidak bisa berdalih lagi dengan biaya transportasi.

Kalau pun ada ongkos kirim, apakah pantas dengan nilai 2-4 miliar untuk barang yang harganya tidak sampai dua kalinya itu? Apakah ini yang dinamakan dengan besar pasak daripada tiang? Selama ini kita melihat Anies jago sekali menyembunyikan niat aslinya dengan mengeluarkan statement-statement pengalih.

Kelihatannya, dia sedang mengalihkan opini publik dari apa yang sebenarnya ia kerjakan. Beruntung, PSI di DKI Jakarta secara konsisten terus mengarahkan opini publik, ke arah yang lebih benar. Melihat Anies dari sisi keuangan dan pengelolaan keuangan, tentu kita akan sangat paham mengapa orang ini harus dibuang.

Kebakaran di Kejagung pun tidak membuat mobil mahal ini bergerak. Jadi ngapain kalian bela orang ini?

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: