Anggaran PUPR 2021 Difokuskan Percepatan Pemulihan Ekonomi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperoleh pagu anggaran tahun tambahan Rp34,23 triliun tahun depan, dari pagu indikatifnya sebesar Rp115,58 triliun.

Pagu anggaran menjadi Rp149,81 triliun tersebut diutamakan untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19, yang menghempaskan seluruh sektor perekonomian.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan ada enam program prioritas yang difokuskan, antara lain dukungan peningkatan ketahanan pangan, pengembangan konektivitas, hingga peningkatan kesehatan dan lingkungan masyarakat.

“Kami juga fokuskan bagi peningkatan investasi dengan memberi dukungan pada kawasan strategis nasional, penguatan program PKT, serta pembelian produk UMKM,” kata Menteri Basuki dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR-RI di Jakarta, Rabu (2/9).

Dari program prioritas tersebut, ia menjelaskan pihaknya akan meningkatkan alokasi program PKT di tahun 2021 untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

Dukungan tersebut utamanya dilakukan lewat pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat, khususnya yang berskala kecil dan tidak membutuhkan teknologi.

“Kami alokasikan Rp18,14 triliun untuk program PKT. Angka ini meningkat dari tahun 2020 yang alokasinya sebesar Rp12,32 triliun,” jelasnya.
Dikatakan Menteri Basuki bahwa secara keseluruhan pagu anggaran PUPR TA 2021 dimanfaatkan bagi pembangunan infrastruktur SDA, meliputi pekerjaan 54 bendungan. Terdiri atas 11 bendungan baru dan 43 bendungan on-going, 24 embung, hingga 25.000 hektare lahan irigasi baru.

Selanjutnya ada pengendali banjir sepanjang 120 km, pengaman pantai 20 km, program padat karya P3TGAI di 12.000 lokasi, serta rehabilitasi dan peningkatan 250.000 hektare lahan irigasi.

Sementara di bidang konektivitas, pagu anggaran ditujukan bagi pembangunan 831 km jalan, 19,8 km jembatan, 3,1 km flyover dan underpass atau terowongan, 35 km jalan bebas hambatan, peningkatan 1,2 km jalan nasional, hingga mengganti jembatan sepanjang 2,1 km.

“Untuk permukiman digunakan untuk pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik, sekolah/gedung sarana dan prasarana pendidikan, gedung sarana dan prasarana olahraga, termasuk dukungan Piala Dunia U-20, pasar, penataan permukiman kumuh dan KSPN,” tutur Basuki.

Dari sektor perumahan, pagu anggaran dialokasikan untuk pembangunan 9.210 unit rumah susun, 2.440 rumah khusus, 111.200 rumah swadaya, serta 40.000 sarana dan prasarana umum.
“Terakhir, alokasi (anggaran) 2021 digunakan untuk dukungan manajemen yang mencakup pembinaan, pembiayaan, pengembangan SDM, infrastruktur wilayah, Sekjen dan juga Irjen,” tandas Menteri Basuki.

Upaya-upaya tersebut pun didukung oleh Komisi V DPR-RI. Ketua Komisi V, Lasarus menuturkan bahwa timnya sepakat mendukung program Kementerian PUPR tahun 2021 yang difokuskan ke padat karya.

“Kegiatan yang berkaitan dengan memberdayakan masyarakat akan kita dukung penuh agar stimulus dari APBN bisa berdampak langsung,” ucap Lasarus.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: