Anies Turun Gunung, TKN Yakin Tak Gerus Elektabilitas Jokowi

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Johnny G. Plate menegaskan pihaknya tidak khawatir dengan keikutsertaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di dalam kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal ini dikatakan Plate menyikapi keterlibatan Anies yang diduga bisa menaikkan elektabilitas Prabowo-Sandi di DKI Jakarta. Ia justru mengklaim elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin terus memuncak.

“Elektabilitas Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin membaik, malah Pak Prabowo cenderung stagnan kan buktinya,” kata Plate di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Kamis (20/12).

Plate merujuk pada rilis survei LSI Denny JA, Rabu (19/12). Dari survei tersebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada November 2018 sebesar 53,2 persen, sementara pada Desember 2018 naik jadi 54,2 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 31,2 persen pada November 2018, lalu turun pada Desember 2018 menjadi 30,6 persen.

Survei LSI Denny JA diadakan tiga hari setelah Reuni 212. Dari hal itu ia pun menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh Reuni 212 terhadap elektabilitas Jokowi-Ma’ruf.

Meski demikian Plate menegaskan TKN bakal terus meningkatkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu. Cara menggenjotnya adalah dengan intens menyampaikan visi dan misi Jokowi-Ma’ruf ke masyarakat.

Ada sejumlah cara dan tahapan yang bakal TKN lakukan, mulai dari tindakan masif, defensif, hingga ofensif.

“10 provinsi pemilih terbesar menjadi perhatian serius dari kami untuk melakukan penetrasi kampanye yang masif sedikit ofensif,” kata dia.

Anies pada awal pekan ini menjadi perbincangan hangat lantaran mendoakan pasangan Prabowo-Sandiaga bisa mengikuti jejak kemenangannya di Pilkada DKI 2017 silam.

Hal itu dikatakan Anies saat menghadiri Konfernas Gerindra di Bogor, Jawa Barat, Senin lalu. Dalam sambutannya Anies tak hanya menyampaikan harapan kemenangan kepada Prabowo-Sandi. Dia juga turut berpose mengacungkan dua jari.

Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu

Di tempat terpisah, Ketua TKN Erick Thohir dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) atas pernyataanya yang diduga sebagai kampanye hitam (black campaign).

Erick dilaporkan karena diduga membuat pernyataan yang menuduh Sandiaga Uno bersandiwara terkait kasus penolakan yang dialami Sandi di Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

“Bahwasanya beliau menyampaikan kejadian itu adalah sebuah rekayasa. Adalah sebuah sandiwara,” kata Djamaluddin Koeboedoen selaku Koordinator Tim Pengacara dari Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB).

Djmaluddin menjelaskan seharusnya yang bersangkutan tidak perlu merasa keberatan karena pelaku pemasangan spanduk penolakan Sandi, Drijon Sihotang melakukan aksinya atas inisiatifnya sendiri.

“Dia melakukan itu tanpa ada paksaan dan unsur lain. Oleh karena itu, teman-teman kalau kemudian merasa keberatan terhadap soal menjaga marwah demokrasi, maka diharapkan melakukan yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Erick dilaporkan dengan pasal 280 ayat 1Undang-Undang No.7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Djamaluddin mengatakan pihaknya membawa sejumlah bukti seperti screenshot pernyataannya di berbagai media, beberapa video dan bukti-bukti lainnya.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: