Biodata Tengku Zulkarnain yang Diprotes Netizen

Kepala Kantor Hubungan Masyarakat, Protokoler dan Promosi Universitas Sumatera Utara (USU) Elvi Sumanti mengatakan Tengku Zulkarnain merupakan alumnus Universitas Sumatera Utara, Jurusan Sastra Inggris. Tengku Zul juga pernah menjadi dosen di USU, tapi ia tidak tahu apakah Tengku Zul selama 30 tahun mengajar di kampus USU.

“Benar, bahwa yang bersangkutan adalah alumni kita. Alumni tahun berapa, saya belum tahu pasti, karena yang bersangkutan merupakan alumni lama, jadi ya harus mencari, membongkar data lama lagi,” kata Evi melalui sambungan telepon kepada Tagar, Selasa, 30 Juni 2020.

Evi mengatakan Tengku Zulkarnain juga pernah menjadi tenaga pengajar di Universitas Sumatera Utara. Tapi ia tidak tahu berapa lama Tengku Zulkarnain menjadi dosen di USU. “Iya, tahun 1990-an pernah mengajar di Sastra Inggris Universitas Sumatera Utara.”

Tengku Zulkarnain adalah Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020. Tengku Zul sangat terkenal di kalangan netizen pengguna media sosial, karena ia aktif bersuara di Twitter. Status-status Twitter-nya sering memicu kontroversi.

Ia terkenal sebagai pendukung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019. Ia mengikuti aksi bela Islam dan aksi-aksi yang dilakukan alumni 212. Tahun 2017 ia ditolak warga Dayak Sintang saat berkunjung ke Kalimantan.

Beberapa waktu terakhir, biodatanya dipersoalkan. Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengatakan dalam biodata Tengku Zul tertulis bahwa ia sarjana dari Universitas Sumatera Utara.

Dalam biodata tersebut juga tertulis dia melanjutkan studi S2 di Universitas Hawai. Tengku Zul juga mengaku menjadi pengajar bidang linguistik di Universitas Sumatera Utara selama 30 tahun.

“Padahal menurut pengajar di USU, Profesor Yusuf L Henuk, Tengku tidak pernah tercatat sebagai dosen di USU apalagi sampai 30 tahun. Yusuf L Henuk juga membongkar bahwa Tengku Zulkarnain tidak pernah kuliah S2 jurusan bisnis di Hawai seperti yang dituliskan dalam biografinya,” ujar Eko Kuntadhi dalam opini Isu PKI, Tengku Zulkarnain dan Mualaf Rp 100 Miliar.

Tengku Zulkarnain lahir di Medan, Sumatera Utara, 14 Agustus 1963. Ia dikenal sebagai seorang ustaz berdarah Melayu Deli dan Riau. Ia memiliki seorang istri dan dua putri.

Pada Agustus 2019, ia menjadi sorotan karena menyebut letak calon ibu kota Indonesia yang baru di Kalimantan Timur berada di garis lurus dengan Beijing, ibu kota Republik Rakyat Tiongkok, dan berpendapat bahwa letak ibu kota tersebut dapat dengan mudah dijangkau rudal. Panglima TNI Moeldoko kala itu menyatakan bahwa rudal saat ini tidak lagi memiliki target garis lurus.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: