Ekonom Ramal DKI Kehilangan Rp117 T karena PSBB Total Anies

Sejumlah ekonom memprediksi pemberlakuan kembali PSBB DKI Jakarta memberatkan laju perekonomian di tengah pandemi covid-19.

rebound(balik arah) di akhir tahun dansurvive(selamat) dari resesi di 2021,” ucapnya.Senada, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan DKI Jakarta akan kehilangan potensi pendapatan akibat PSBB, salah satunya potensi hilangnya penerimaan pajak daerah.

Sebab, aktivitas ekonomi di sektor jasa akan kembali berkurang misalnya jasa restoran, hotel, hingga jasa hiburan. Padahal sektor ini menyumbang sekitar 15 persen dari total penerimaan pajak daerah.Lihat juga:”Berdasarkan hitungan sederhana dan asumsi perhitungan yang diambil dari data kuartal II, kalau dari pendapatan pajak hiburan di atas, ada potensi kehilangan pajak daerah di kisaran Rp3 triliun,” paparnya.

Selain itu, terdapat potensi kehilangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta hingga Rp55 triliun akibat PSBB.Tak hanya bagi ibu kota, kehilangan pendapatan tersebut juga akan berdampak secara nasional. Pasalnya, DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi dengan sumbangan ekonomi terbesar ke Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sekitar 15 persen sampai 17 persen dari total.

Lihat juga:Tak heran, ketika pada ekonomi DKI Jakarta terkontraksi hingga 8,22 persen pada kuartal II 2020, berdampak pula pada penghitungan ekonomi Indonesia. Alhasil, secara nasional pertumbuhan ekonomi semakin besar peluang untuk masih berada di level negatif pada kuartal III 2020.

Itu berarti, secara teknikal peluang ekonomi Indonesia untuk masuk ke resesi juga semakin besar.”Untuk proyeksinya, pada kuartal III ini kami perkirakan pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi minus 2 sampai minus 4 persen,” ujarnya.Lihat juga:

BLT Rp600 Ribu Tahap III untuk 3,5 Juta Pekerja Cair BesokSebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB sebagai langkah rem darurat terkait penanggulangan pandemi virus corona.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: