Eneng Malianasari Ingatkan Pemprov DKI tak Terburu-buru Nyatakan PSBB Terakhir

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Eneng Malianasari meminta Pemprov DKI tak terburu-buru menyatakan PSBB periode ketiga sebagai yang terakhir. Menurutnya, pelonggaran PSBB perlu bertahap sembari memantau perkembangan kasus Covid-19. “Dikatakan PSBB Jilid III ini adalah yang terakhir.

Tetapi, bagaimana kelanjutannya kita tidak tahu. Membiarkan Jakarta tanpa pembatasan tidak tepat karena peningkatan kasus positif harian di Jakarta masih sangat tinggi. Karena itu Pengurangan PSBB harus dilakukan bertahap dan selektif, tidak dibebaskan begitu saja,” kata Eneng.

Dia menuturkan, berkaca pada PSBB periode sebelumnya, kondisi Jakarta sudah mulai ramai akibat kurangnya penegakan aturan. Kondisi tersebut bertolak belakang dengan kebijakan PSBB serta berpotensi meningkatkan angka penularan virus. “Lihat saja, pada PSBB Jilid II jalanan di Jakarta sudah mulai ramai. Kondisinya lebih parah lagi di kawasan perkampungan. Longgarnya penegakan aturan juga jadi celah masyarakat untuk keluar rumah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, jika Pemprov DKI ingin melakukan pelonggaran, maka harus mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020. Dalam Pergub itu menyebutkan, ada tiga indikator pelonggaran PSBB yakni jumlah pertumbuhan kasus, sebaran kasus, dan tingkat kepatuhan terhadap PSBB.

“Harus ada evaluasi indikator yang transparan dan terukur. Misalnya, jika data menunjukkan ada penurunan angka kasus bisa dilonggarkan untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Begitu ada peningkatan kasus, harus diketatkan kembali. Harus dipahami strategi pengurangan PSBB adalah untuk kebaikan masyarakat, kita masih dalam situasi perang melawan virus Covid-19,” kata Eneng. Eneng menambahkan, PSBB sebagai konsekuensi adanya pandemi Covid-19. Masyarakat harus mulai beradaptasi dengan new normal sampai vaksin virus tersebut ditemukan. “Kita semua tampaknya harus terbiasa dengan pola penerapan PSBB secara selektif dan bertahap dalam satu, atau bahkan dua tahun ke depan,” imbuhnya.

R Segara
%d blogger menyukai ini: