Hotel Hilton PHK 2.100 Karyawan karena Corona

Jaringan hotel Hilton memutuskan hubungan kerja (PHK) terhadap 2.100 karyawan karena tekanan bisnis dampak pandemi virus corona. Jumlah ini berkisar 22 persen dari total karyawan yang dipekerjakan perusahaan.
Sementara, karyawan lainnya diminta untuk menambah cuti tanpa bayaran selama 90 hari ke depan.

Mengutip CNN.com, Rabu (17/6), Hilton pertama kali mengumumkan cuti tak dibayar dan pemotongan gaji pada akhir Maret lalu.

“Tidak pernah dalam sejarah Hilton selama 101 tahun beroperasi menghadapi krisis global yang membuat industri perhotelan dan pariwisata macet,” ungkap CEO Hilton Christopher Nassetta.

Pandemi covid-19, sambung dia, menghancurkan industri pariwisata global karena pembatasan kegiatan dan penutupan wilayah yang berujung pengurangan jumlah penerbangan.

Pesaing Hilton, seperti hotel Marriot dan Hyatt juga terdampak krisis. Marriott, jaringan hotel terbesar di dunia, juga telah memangkas karyawannya sejak Maret lalu. Marriot mengaku kerugian pada bisnisnya terparah dibandingkan krisis keuangan 2008. Hyatt juga bulan lalu mengumumkan bahwa mereka memangkas 1.300 karyawan.

Hotel-hotel di AS tercatat telah mengalami kerugian hingga US$ 30 miliar setara Rp 425 triliun (kurs Rp 14.200/ dolar US) akibat 6 dari 10 kamar hotel kosong, menurut American Hotel and Lodging Association.

Namun, ada harapan bagi industri pariwisata karena pada Mei lalu ada 2,5 juta pekerja hotel kembali bekerja. Serta adanya peningkatan konsumen pada permintaan hotel awal Juni ini.

Tak terkecuali sektor turunannya, seperti perhotelan. Banyak hotel yang terpaksa tutup sementara, termasuk juga jaringan hotel raksasa, seperti Marriot dan Hyatt.

Marriott diketahui memangkas jumlah karyawan pada awal Maret lalu. Manajemen perusahaan mengatakan pandemi covid-19 berdampak parah terhadap keuangan perusahaan.

“Dampak keuangannya lebih parah dan berkelanjutan dibandingkan serangan 9/11 dan krisis keuangan 2008 lalu. Bahkan, dampak kedua peristiwa digabungkan pun, tidak lebih parah dari dampak corona,” tulis manajemen Marriott.

Sebelumnya , jaringan hotel Hyatt telah mengumumkan menempuh PHK terhadap 1.300 karyawan. “Hal ini dikarenakan penurunan (bisnis) paling bersejarah dan lambatnya laju pemulihan,” terang manajemen Hyatt.

American Hotel and Lodging Association melansir hotel-hotel di AS kehilangan pendapatan hingga lebih dari US$30 miliar. Ada tanda-tanda pemulihan, tetapi masih lambat.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: