Jokowi Pertimbangkan Hari Libur Tambahan Idul Fitri Untuk Menahan Laju Arus Mudik

Jokowi sedang mempertimbangkan hari libur nasional tambahan untuk mendorong orang Indonesia untuk pergi pada akhir tahun ini di tengah kekhawatiran atas penyebaran virus coronavirus. Kekhawatiran bahwa eksodus tahunan untuk liburan Ramadhan Id akaul Fitri mempercepat wabah di seluruh kepulauan, Indonesia juga mengumumkan pada hari Kamis bahwa akan memberikan uang tunai kepada keluarga miskin untuk mendorong mereka agar tidak meninggalkan ibukota, Jakarta.

Kurang Lebih 90 persen di antaranya adalah Muslim, merayakan akhir bulan puasa Ramadhan, atau Hari Raya Idul Fitri, dengan pesta dan pakaian baru, biasanya kembali ke desa atau kota asal mereka. Ramadhan tahun ini jatuh pada bulan April dan Mei.

Gelombang arus mudik Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim terbesar ini kembali ke kota asal mereka. Hari Raya Idul Fitri tahun ini, yang dikenal di Indonesia sebagai Lebaran, dijadwalkan berlangsung akhir bulan depan. Jokowi mengatakan langkah-langkah seperti membuat tempat wisata gratis untuk membantu “membawa ketenangan kepada orang-orang” dapat diterapkan selama liburan baru.

Pemerintah memutuskan untuk merevisi jadwal hari libur dan cuti bersama 2020. Keputusan merevisi dilakukan usai sejumlah menteri mengadakan rapat bersama di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Jakarta, Senin (9/3).

Jumlah hari libur cuti bersama pada 2020 menjadi 24 hari usai direvisi. Bertambah 4 hari dari jumlah yang sebelumnya ditetapkan.

“Menambah 4 hari libur. Semula ditetapkan 20 hari menjadi 24 hari,” ucap Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi di kantornya, Jakarta, Senin (9/3).
Keempat tambahan hari libur dan cuti bersama itu:

    1. Tanggal 28 dan 29 Mei sebagai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2020
    2. Tanggal 21 Agustus sebagai cuti bersama Tahun Baru Hijriah
    3. Tanggal 30 Oktober sebagai cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Muhadjir mengatakan revisi jumlah hari libur nasional sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Dia menyebut Jokowi ingin hari libur atau cuti bersama harus memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi nasional,
“Akan dapat digunakan untuk saling mengenal negara kita. Agar masyarakat kita saling tahu dalam rangka membangun Indonesia sentris, kesatuan Indonesia, NKRI. Sehingga hari libur ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak,” kata Muhadjir usai rapat di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin.

Berikut daftar Hari Libur Nasional yang direvisi:

Libur Nasional

    1. 1 Januari, Tahun Baru 2020 Masehi
    2. 25 Januari, Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
    3. 22 Maret, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
    4. 25 Maret, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942
    5. 10 April, Wafat Isa Al Masih
    6. 1 Mei, Hari Buruh Internasional
    7. 7 Mei, Hari Raya Waisak 2564
    8. 21 Mei, Kenaikan Isa Al Masih
    9. 24-25 Mei, Hari Raya Idul Fitri 1441 H
    10. 1 Juni, Hari Lahir Pancasila
    11. 31 Juli, Hari Raya Idul Adha 1441 H
    12. 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI
    13. 20 Agustus, Tahun Baru Islam 1442 H
    14. 29 Oktober, Maulid Nabi Muhammad SAW
    14a. 30 Oktober, Maulid Nabi Muhammad SAW
    15. 25 Desember, Hari Raya Natal

Cuti Bersama

    1. Tanggal 22, 26 dan 27 Mei (Hari Jumat, Selasa dan Rabu), Cuti Bersama untuk Hari Raya Idul Fitri
    2. 28 dan 29 Mei, tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri.
    3. 21 Agustus, Cuti Bersama Tahun Baru Hijriah.
    4. Tanggal 24 Desember (Hari Kamis), Cuti Bersama untuk Hari Raya Natal.

R Segara
%d blogger menyukai ini: