Ma’ruf Amin Tangkis Kritik Prabowo soal Ibu Pertiwi

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menyindir pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyebut Ibu Pertiwi sedang sakit dan sedang diperkosa ketika berada di bawah pemerintahan presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Ma’ruf menyatakan bahwa kondisi Indonesia sudah sehat dan sembuh dengan berbagai perbaikan yang lebih subtantif di bawah pemerintahan presiden Jokowi.

“Tapi kalau ada yang bilang negara ini sedang sakit justru ini negara sedang sembuh, nah ini menurut saya langkah-langkah yang dilakukan oleh Pak Jokowi-JK sudah memenuhi yaitu upaya dengan reformasi yang lebih substantif jadi bukan hanya struktural,” kata Ma’ruf di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (10/4).

Prabowo kerap mengatakan kondisi Indonesia saat ini sedang sakit. Katanya, Ibu Pertiwi sedang diperkosa.

“Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah… ini boleh nggak bicara agak keras di sini, Pak?” kata Prabowo dalam kampanye di Yogyakarta, Senin (8/4).

Menurut mantan Rais Aam PBNU itu, Jokowi telah melakukan berbagai perubahan dan langkah dalam pembenahan reformasi di bidang ekonomi yang lebih substantif bagi Indonesia.

Salah satunya, kata dia, Jokowi berhasil untuk membangun berbagai infrastruktur yang bersifat Indonesia-Sentris ketimbang pembangunan yang Jawasentris.

“Jadi ini melahirkan daya saing dari industri, juga ada Non- Jawanisasi, ini ada pemerataan pembangunan di berbagai daerah,” kata dia.

Tak hanya itu, Ma’ruf menyatakan Indonesia sendiri telah memperoleh predikat sebagai investment grade atau negara layak investasi di dunia. Peringkat tersebut diketahui didapat dari lembaga pemeringkat utang.

Melihat hal itu, Ma’ruf menyatakan dirinya dan Jokowi akan berusaha keras untuk menambah berbagai kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia bila terpilih di Pilpres.

“Karena itu yang harus kita lakukan adalah optimis, kita maximize utility, kita lakukan menambah berbagai manfaat maslahat dan juga memperoleh dan diperbesar lagi. Itu untuk mempercepat proses pencapaian tujuan yang kita inginkan,” kata dia.
Selain itu, Ma’ruf menyatakan rencananya untuk memperkenalkan konsep ‘Ma’rufnomics’ sebagai landasan untuk memperkuat basis ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut didasarkan kepada Sila ke-5 Pancasila yang berwujud pada ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial.

“Jadi perlu pembangunan yang sinergis, perlu pembangunan yang kolaboratif, pembangunan bukan hanya dari atas tapi dari bawah, jadi pembangunan yang sifatnya itu bottom-up. Harus terjadi keseimbangan ini saya pikir,” kata dia.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: