×

Aplikasi Polling Presiden

Polling Presiden

Siapa Calon Presiden Pilihan Anda di 2019?
Edisi Maret 2019

  • Joko Widodo - Ma'ruf Amin (57%, 298.486 Votes)
  • Prabowo Subianto - Sandiaga Uno (43%, 224.659 Votes)

Total Voters: 523.145

Loading ... Loading ...

Update terus berita terbaru Pilpres 2019, masukkan alamat email anda:

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Kategori: Joko Widodo

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan presiden (Pilpres) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal itu sekaligus ia sampaikan untuk merespon kedua kubu, baik kubu Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno yang sama-sama mengklaim kemenangan di Pilpres 2019 ini.

“Ke depan mari kita rajut kembali persatuan kesatuan. Pemilu telah selesai selesai, kita harus sabar menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara yang akan diumumkan oleh KPU secara nasional tanggal 22 Mei,” kata Said di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (22/4)

Menurut Said, Indonesia dengan mayoritas pemeluk muslim terbesar di dunia selama ini dianggap mampu berdemokrasi dengan baik. Ia pun menegaskan bahwa ajaran Islam dan demokrasi seharusnya saling memperkuat dan tidak bertentangan satu sama lain.

Ia juga yakin tak akan terjadi pengerahan massa besar-besaran atau isu ‘People Power’ yang digaungkan oleh berbagai pihak selepas hasil Pemilu diumumkan.

“Bersyukur kita mampu menunjukkan kepada dunia internasional, Islam Indonesia telah betul-betul bisa membangun budaya dan sistem demokrasi yang baik dengan aman dan damai,” ungkap dia.

Amanat PBNU untuk Jokowi-Ma’ruf

Meski meminta masyarakat bersabar menunggu hasil KPU, Said menyampaikan sejumlah amanat bagi pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin jika benar-benar terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024. Pasangan tersebut memperoleh suara terbanyak jika mengacu hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei.

Pertama, Jokowi-Ma’ruf diharapkan mampu menitikberatkan pada pembangunan manusia melalui pendidikan karakter. Langkah tersebut, kata dia, bisa ditempuh dengan memberi perhatian lebih kepada pendidikan di pesantren.

Said menyebut pesantren saat ini belum mendapatkan perhatian yang semestinya meski memiliki puluhan ribu santri. Saat ini, pesantren hanya diurus salah satu direktorat di bawah Kementerian Agama.

SUMBER : CNNINDONESIA

X
%d blogger menyukai ini: