Proyeksi Ekonomi Indonesia

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Tahun Terakhir

Perekonomian memang menjadi topik hangat yang selalu ramai diperbincangkan di berbagai kalangan. Semua orang berlomba-lomba untuk mengutarakan pendapatnya terkait kondisi ekonomi negara kepulauan ini. Untuk itu pada pembahasan kali ini akan diulas mengenai pertumbuhan ekonomi indonesia 5 tahun terakhir.

Indonesia Dalam Proyeksi 2016-2020

Setiap tahun proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia selalu berubah-ubah mengikuti kondisi dalam negeri. Jika melihat sedikit ke belakang tepatnya pertumbuhan ekonomi 5 tahun terakhir maka akan di temui proyeksi yang naik turun. Berikut ini proyeksi perekonomian Indonesia 5 tahun belakangan.

Proyeksi Tahun 2016

Proyeksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk tahun 2016 cukup tinggi. Tidak tanggung – tanggung tahun 2016 diproyeksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 6,6%. Angka yang cukup besar dan bisa dibilang merupakan proyeksi tertinggi diantara tahun-tahun lainnya.

Namun pada pertengahan pemerintah merevisi proyeksi tersebut dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang bergejolak. Ekonomi global yang tidak stabil diduga akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi yang sudah direncanakan dalam RPJMN 2015-2019. Maka dari itu pemerintah menurunkan proyeksi menjadi 5,8 hingga 6,2% saja.

Proyeksi Tahun 2017

Jika pada tahun 2016 proyeksi Bank Indonesia berada di angka tinggi, maka pada tahun 2017 proyeksi ini menurun cukup pesat. Bank Indonesia mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2017 menjadi 5,1%. Padahal sebelumnya pemerintah memproyeksikan bahwa tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 5,05%, lebih rendah dibanding BI.

Pada tahun ini data impor barang hingga pada kuartal IV di tahun 2017 masih tinggi. Sedangkan pada bagian investasi juga memiliki sumbangsih besar. Meskipun begitu, lambatnya konsumsi swasta dan volatilitas harga di pasar keuangan global menjadi resiko yang dihadapi Indonesia.

Proyeksi Tahun 2018

Pada akhir 2017 lalu, Bank Indonesia meproyeksikan pertubuhan ekonomi Indonesia berada pada angka kurang dari 5,2%. Proyeksi ini cukup akurat melihat pertumbuhan ekonomi pada tahun ini dari kuartal I-IV cukup stabil. Dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang menulis bahwa perekonomian Indonesia selama 2018 cukup stabil di angka 5,19%.

Angka ini lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2017. Pertumbuhan ekonomi yang stabil karena peningkatan konsumsi dan investasi yang terjadi. Sedangkan ekspor tidak terlalu meningkat karena laju pertumbuhan yang lebih lambat beberapa waktu.

Proyeksi Tahun 2019

5,0 hingga 5,4% adalah angka awal yang proyeksikan oleh Bank Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2019. Angka ini tidak terlalu jauh dari proyeksi dan capaian tahun sebelumnya. Namun menurut Bank Dunia, angka pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 justru akan lebih lambat di angka 5% saja.

Angka ini memang cukup rendah dibandingkan dengan proyeksi dan capaian yang didapatkan pada tahun sebelumnya. Tahun 2019 adalah tahun yang cukup sulit untuk Indonesia karena gejolak ekonomi dunia mempengaruhi harga suatu komoditas dan menghambat laju investasi. Tak hanya itu, konsumsi domestic yang sebelumnya stabil makin lambat di tahun ini.

Proyeksi Tahun 2020

Jika sebelumnya proyeksi pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5% saja, tahun 2020 ini justru makin anjlok. Pieter Abdullah selaku direktur Riset Center of Reform on Economics memproyeksikan angka tersebut justru akan semakin turun di tahun 2020. Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah angka 5%.

Perkiraan ini didasarkan atas pengamatan ekonomi global yang semakin melemah. Apalagi dengan mewabahnya pandemi Covid-19 yang menyebabkan perekonomian jauh lebih lambat. Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya perekonomian di beberapa sektor seperti ekspor dan konsumsi domestic.

Nah itulah informasi mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 tahun terakhir. Angka – angka yang menjadi proyeksi ini didasarkan atas pengamatan ekonomi global yang turut menyumbang dalam pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Rohana Ismail
%d blogger menyukai ini: