Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2021 Bisa Capai 5,5%

Presiden Joko Widodo meyakini perekonomian nasional akan bangkit kembali di tahun 2021, terutama untuk sektor pariwisata. Musababnya, Jokowi yakin bahwa pandemi Virus Corona sudah akan berakhir di akhir tahun ini.

“Saya meyakini, ini hanya sampai pada akhri tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata,” kata Jokowi saat membuka ratas mitigasi Covid-19 di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Kamis, 16 April 2020 lewat konferensi video.

Jokowi mengatakan setelah selama ini bertahan diam di rumah, kelak setelah situasi aman dari wabah Corona, masyarakat akan terdorong dan segera menuntaskan dahaganya untuk bepergian.

Seperti diketahui, saat ini, pemerintah telah mengimbau agar masyarakat agar berdiam di rumah dan melakukan aktivitasnya dari rumah. Pembatasan perjalanan pun dilakukan pemerintah demi memutus rantai penyebaran wabah di masa darurat corona ini.

Selanjutnya, Jokowi memprediksi, jika masa kritis ini selesai, masyarakat akan langsung menikmati kembali keindahan alam Indonesia. Ia pun meminta para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif bersiap dan mengingat hal ini.

“Optimisme itu yang harus diangkat. Jangan sampai kita nanti apa terjebak pada pesimisme karena masa Covid ini. Sehingga, booming yang akan muncul setelah Covid ini selesai ini itu tidak bisa kita manfaatkan secara baik,” kata Jokowi.

Jokowi pun meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, untuk terus memberikan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia mengatakan hal tersebut harus dilakukan agar mereka bisa bertahan dan tidak melakukan PHK secara besar-besaran.

Senada, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio yakin sektor industri pariwisata akan kembali normal dan tumbuh positif di 2021 mendatang. Saat ini, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terimbas paling parah akibat Wabah Virus Corona.

“Kita meyakini di 2021 karena work from home (saat) ini, pariwisata justru bisa rebound dengan sangat signifikan,” kata Wishnutama usai mengikuti rapat terbatas mitigasi Covid-19 di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Kamis, 16 April 2020 lewat video conference.

Saat ini, kata Wishnutama, Kemenparekraf tetap melakukan koordinasi dengan berbagai macam destinasi super prioritas, dalam rangka persiapan bila rebound pariwisata pasca pandemi Covid-19 dimulai. Ia mengatakan fokus utama pemerintah nanti justru kepada hal-hal yang sangat mendasar di destinasi pariwisata. Beberapa di antaranya adalah higienitas, toilet kebersihan keselamatan dan keamanan, hal2 tersebut yang perlu kita utamakan. “Jadi benar-benar kita balik ke soal basic dan training mengenai hospitality untuk pasca Covid-19,” kata Wishnutama.

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2021 Bisa Mencapai 5,5%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 bisa mencapai 5,5%.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani usai sidang kabinet paripurna. Sri Mulyani bilang nantinya outlook tersebut akan disampaikan ke DPR untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021.

“Pertumbuhan ekonomi kita perkirakan antara 4,5% sampai 5,5% dengan inflasi 2% hingga 4%,” ujar Sri Mulyani saat konferensi pers, Selasa (14/4).

Selain outlook proyeksi tahun 2021, pemerintah juga akan menyampaikan postur APBN serta defisit.

Asal tahu saja, berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) terdapat kelonggaran defisit APBN di atas 3% selama tiga tahun yaitu 2020, 2021, dan 2022.

Perppu tersebut dibentuk berdasarkan kondisi pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi saat ini. Bahkan di tahun 2020 Sri Mulyani bilang defisit APBN bisa menyentuh angka 5%.

“Kalau tahun depan desainnya defisit sekitar 3% sampai 4%,” terang Sri Mulyani.

Langkah tersebut diambil pemerintah untuk meningkatkan disiplin anggaran serta menurunkan defisit APBN. Terdapat sejumlah fokus belanja pada beberapa sektor.

Antara lain untuk pemulihan ekonomi dan reformasi di berbagai bidang. Seperti kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, serta untuk transformasi ekonomi.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: