Surabaya Zona Hijau, Simak Fakta yang Mendukung Pernyataannya Itu

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim Kota Surabaya kini berstatus zona hijau. Ia mengatakan demikian karena angka penularan virus corona (covid-19I di kota yang dipimpinnya, mengalami tren penurunan. Jumlah orang sembuh juga terus meningkat. Itu artinya, kondisi Kota Surabaya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Jika melihat data kasus virus corona di laman infocovid-19.jatimprov.go.id hari ini, Minggu (2/8/2020), kenaikan jumlah pasien sembuh lebih besar dibandingkan kenaikan kasus positif covid-19.

Berikut rangkuman fakta selengkapnya tentang klaim Risma:

1. Pasien sembuh naik lebih banyak

Melansir infocovid-19.jatimprov.go.id, kasus positif COVID-19 di Kota Surabaya hari ini bertambah 65 orang. Pengunjung berwisata di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/7/2020). Libur Iduladha kali ini, pengunjung di PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya masih sepi. KBS telah dibuka kembali pada Senin (27/7/2020) dengan melakukan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Pengunjung berwisata di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/7/2020). Libur Iduladha kali ini, pengunjung di PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya masih sepi. KBS telah dibuka kembali pada Senin (27/7/2020) dengan melakukan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.Sedangkan pasien sembuh virus corona di Kota Surabaya hari ini bertambah 137 orang. Sehingga total kasus positif COVID-19 di Kota Surabaya kini menjadi 8756, sedangkan total pasien sembuh mencapai 5381.

Dari 8756 kasus tersebut, 2599 pasien COVID-19 masih menjalani perawatan. Pasien meninggal di Kota Surabaya hari ini juga bertambah 5 orang, sehingga totalnya 776 pasien dinyatakan meninggal dunia karena COVID-19. Sedangkan untuk pasien Suspect COVID-19 jumlahnya 2219 orang.

2. Tren penularan covid-19 menurun

Sebelumnya, Risma mengklaim tren penularan Covid-19 menurun dan angka kesembuhan di Surabaya kian meningkat. Kota Surabaya, disebutnya sudah menjadi zona hijau. “Kondisi Surabaya sudah hijau, artinya penularannya kita sudah rendah, lalu yang sembuh sudah banyak,” kata Risma saat menggelar video conference bersama pedagang dan perwakilan masyarakat Kecamatan Gunung Anyar, Sabtu (1/8/2020).

Risma mengatakan, saat ini kondisi Surabaya disebut sudah lebih baik dari sebelumnya. Dia mengaku hal itu berdasarkan data dari Kemenkes. Ribuan umat muslim melaksanakan Salat Iduladha 1441 H di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/7/2020). Pelaksanaan Salat Iduladha di masjid itu menerapkan protokol kesehatan ketat seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, pengaturan jarak, serta pengurangan jumlah jemaah yang biasanya mencapai 40.000 orang menjadi 5.000 jemaah dengan penggunaan ID (identifikasi) kepada tiap jemaah.

Ribuan umat muslim melaksanakan Salat Iduladha 1441 H di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/7/2020). Pelaksanaan Salat Iduladha di masjid itu menerapkan protokol kesehatan ketat seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, pengaturan jarak, serta pengurangan jumlah jemaah yang biasanya mencapai 40.000 orang menjadi 5.000 jemaah dengan penggunaan ID (identifikasi) kepada tiap jemaah.

Di mana wilayah Surabaya tingkat penularannya sudah menurun dengan kesembuhan yang kian meningkat.
Dalam komunikasi tersebut, Risma memang membahas penurunan penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan, khususnya kawasan Gunung Anyar.

3. Jalan Rungkut Menanggal sudah dibuka

Dia mengungkapkan, terkait dengan pemblokiran lokal yang dilakukan di Jalan Rungkut Menanggal.
Jalan tersebut kini sudah dibuka untuk akses ke luar kota.
Dia menyebut hal itu agar warga yang memiliki usaha dapat kembali aktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menerima bantuan untuk penanganan Covid-19 dari J Trust Bank di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/7/2020). J Trust Bank menyalurkan bantuan untuk penanganan Covid-19 berupa 250 Set Alat Pelindung Diri (APD), 5.000 masker medis, 200 pelindung wajah, 7.500 sarung tangan lateks dan 7.500 pelindung sepatu yang disalurkan melalui Pemkot Surabaya.

Bantuan ini merupakan rangkaian penyaluran bantuan penanganan Covid-19 yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan, Pemkot Tangerang Selatan, PMI Yogyakarta dan RSAL dr Mintohardjo, Jakarta sebagai wujud nyata komitmen perseroan mendukung upaya Pemerintah menangani Covid-19.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menerima bantuan untuk penanganan Covid-19 dari J Trust Bank di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/7/2020). J Trust Bank menyalurkan bantuan untuk penanganan Covid-19 berupa 250 Set Alat Pelindung Diri (APD), 5.000 masker medis, 200 pelindung wajah, 7.500 sarung tangan lateks dan 7.500 pelindung sepatu yang disalurkan melalui Pemkot Surabaya. Bantuan ini merupakan rangkaian penyaluran bantuan penanganan Covid-19 yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan, Pemkot Tangerang Selatan, PMI Yogyakarta dan RSAL dr Mintohardjo, Jakarta sebagai wujud nyata komitmen perseroan mendukung upaya Pemerintah menangani Covid-19.

Namun Risma meminta warga di sana untuk lebih disiplin protokol kesehatan. Kemudian, Risma juga mengaku bakal mengembangkan protokol kesehatan yang sudah ada di berbagai sektor.

4. Optimalkan peran kampung tangguh

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menggelar video conference dengan warga Gunung Anyar, Sabtu (1/8/2020). Lebih lanjut dalam komunikasi virtual itu, Risma meminta agar warga mengoptimalkan peran Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo untuk menekan angka penyebaran. Risma juga berpesan, camat serta jajaran di kecamatan untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan.

Selain itu, harus saling mengingatkan satu sama lain. Risma juga berpesan agar masyarakat lebih disiplin terhadap protokol kesehatan. “Apalagi sudah ada Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dijaga jaraknya kalau ada pembeli yang tidak menggunakan masker, boleh tidak dilayani,” paparnya.

5. Tren kasus COVID-19 di Gunung Anyar menurun

Sementara itu, Camat Gunung Anyar, Maria Agustin mengungkapkan, di wilayahnya saat ini tren kasus memang mengalami penurunan. Terbukti jumlah kasusnya tidak sebesar sebelumnya.

Menurut dia, salah satunya warga saat ini sudah jauh lebih sadar terkait protokol kesehatan. Meski begitu, usaha yang dijalankan terus bakal ditingkatkan.

“Kampung Tangguhnya juga berjalan, yang utama memang kesadaran warga,” terang dia saat dikonfirmasi terpisah. Selain itu, Pemkot Surabaya juga menggandeng ahli penyakit paru untuk memberikan treatment senam pernapasan bagi pasien Covid-19.

Hal itu dilakukan agar nantinya pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, fungsi pernapasan atau paru-parunya kembali optimal.

“Sehingga mereka bisa melakukan senam supaya paru-parunya bisa maksimal fungsinya,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Selasa (21/7/2020).

Risma mengatakan, sebelumnya Pemkot sempat mendapat informasi dari para ahli tentang seseorang yang sembuh dari Covid-19, berpotensi memiliki masalah di organ paru-paru.

Sebagai tindak lanjut dari hal itu, Pemkot menggandeng ahli paru untuk memberikan treatment lanjutan, di antaranya senam pernapasan. Lokasi untuk tempat khusus senam itu tengah dipersiapkan Pemkot Surabaya. Risma mengatakan, rencananya lokasi yang dipilih nanti berupa tempat yang lapang, luas dengan udara yang segar.

Selain itu, lokasinya nanti juga akan jauh dari pemukiman padat penduduk. “Kami segera mungkin menyiapkan tempat untuk mereka bisa lakukan senam pernafasan, ini disupport oleh para ahli penyakit paru di Surabaya,” ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: