Upload Konten Berbau Khilafah, 2 Guru Honorer Diciduk

Pegiat media sosial Denny Siregar mengapresiasi Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Inspektur Jenderal Nico Afinta yang dengan berani menangkap dua guru honorer pengunggah seruan-seruan khilafah di media sosial mereka. “Secangkir kopi untuk Irjen Nico Afinta,” ujar Denny dalam catatan di laman Facebook, Senin malam, 3 Agustus 2020.

Apa yang dilakukan Kapolda Kalsel itu tidak mudah, kata Denny, “Karena dia mendapat tentangan dari banyak pengacara bahkan LBH dengan menangkap guru honorer itu.”

Denny menilai selama ini kepolisian terkesan sungkan berurusan dengan kasus intoleransi dan gerakan khilafah. “Saya harus jujur, banyak kasus berkembangnya intoleransi dan gerakan khilafah di daerah-daerah, karena kepolisian terkesan sungkan dan ‘tidak mau ribut’ dengan ormas-ormas yang kerjaannya menekan pakai massa. Mereka mungkin ‘takut dicopot’ seandainya salah penanganan sehingga bisa membuat rusuh daerahnya. Apalagi kalau berurusan dengan propaganda khilafah.”

Karena itu, kata Denny, “Keberanian Kapolda Kalsel dengan menangkap ‘sales-sales khilafah’ ini bisa dijadikan inspirasi kepolisian untuk mulai dengan tegas menangkap mereka sebelum menjadi besar. Dan semoga, pentolan-pentolan sales khilafah nasional yang dulu tergabung di HTI bisa juga segera ditangkap supaya tidak meresahkan.”

Banyak kasus berkembangnya intoleransi dan gerakan khilafah di daerah-daerah, karena kepolisian terkesan sungkan dan ‘tidak mau ribut’.

Pancasila ini khas, yang membuat negara ini bukan negara agama, bukan pula negara sekuler. Negara yang penuh dengan keberagaman suku, agama, kepercayaan hingga budaya dinaungi dalam satu wadah Pancasila. Tentu saja keinginan mendirikan negara khilafah ini harus dilawan dan tidak boleh ada di negara ini. Mereka yang menginginkan ini, pernahkah memikirkan suku lain, agama lain dan kepercayaan lain? Mereka memaksakan kehendak lewat jalur agama dan berlindung di balik topeng kebebasan beragama.

Sebelumnya, dua guru honorer berinisial RH dan DW ditangkap polisi dari Kepolisian Resor Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin, 13 Juli 2020. RH dan DW adalah warga asal Pamukan Barat, Kalimantan Selatan. RH dan DW aktif memberikan informasi tentang khilafah sejak 2019. RH diduga pemilik akun Facebook @LaluRusdiOllshop, dan DW diduga pemilik akun @Despii.

Kepala Kepolisian Resor Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin mengatakan RH dan DW sering mengunggah seruan khilafah dengan menyertakan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di akun Facebook mereka. Andi menjelaskan HTI adalah organisasi masyarakat yang sudah dilarang. Isi-isi unggahan RH dan DW diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

RH dan DW mendapat pembelaan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat. Janif Zulfiqar adalah Direktur Pembelaan LBH Pelita Umat sekaligus kuasa hukum RH dan DW.

Pencarian berita terkait:

  • nico afinta tangkap khilafah
Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: