4 Orang Positif Corona di Bekasi, Sempat Salat Id di Masjid

Ini adalah cerita lengkap 1 keluarga terdiri dari 4 orang positif virus corona. Sempat muncul isu mereka terkena covid-19 saat shalat id di masjid, namun dibantah Wali Kota Bekasi. Empat orang dalam satu keluarga tersebut tingal di Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi.

Satu keluarga itu terdiri dari ibu, dua anak dan seorang cucunya. Saat ini keempat orang tersebut tengah menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Muhajirin, Naiwan menceritakan, awalnya ibu keluarga ini sakit diabetes dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bekasi pada Sabtu (23/5/2020). “Lalu, saat jalani perawatan, ternyata ibu dari keluarga ini diketahui terpapar Covid-19,” kata Naiwan saat dihubungi, Rabu (27/5/2020). Setelah itu, tenaga medis langsung melakukan penelusuran terhadap keluarganya. Dua orang anak dan satu cucunya kemudian dijemput petugas lengkap dengan alat pelindung diri (APD) menggunakan ambulans pada Senin (25/5/2020). Dua anak dan satu cucu ini diketahui sempat menjalankan shalat Idul Fitri di Masjid Muhajirin.

Naiwan memastikan shalat Id di Masjid Muhajirin berjalan sesuai protokol Covid-19. Seluruh jemaah dicek suhu sebelum mengikuti shalat Id. Suhu seluruh jemaah masih normal dan tak ada yang menunjukkan tanda terinfeksi Covid-19. Sementara itu, Anggoro, Ketua RT tempat keluarga tersebut tinggal mengatakan, ibu keluarga tersebut sudah lama memiliki penyakit bawaan. Ketika ibu itu dirawat di rumah sakit pada Sabtu lalu, kata Anggoro, anaknya tiba-tiba saja tidak diperbolehkan menjenguk. “Semenjak masuk ke rumah sakit sudah tidak tidak diboleh dijenguk lagi. Kalau enggak boleh dijenguk kan namanya Covid. Jadi atas dasar itu makanya dinyatakan Covid-19, buktinya ada di medis ya,” kata Anggoro saat dihubungi, Rabu.

Anggoro mendapat kabar soal hasil positif Covid-19 tersebut pada Senin sore.

“Memang enggak ada bukti positif, tapi saya diberitahu Pak RW ada warga yang kena positif. Tenaga medis juga datang jemput (dua anak dan seorang cucu) enggak ada bukti, dia hanya Whatsapp ‘warga bapak sudah dites dinyatakan Covid, nanti malam mau dibawa ke karantina’. Gitu memang aturannya sesuai SOP, ya saya mempersilahkan saja,” kata dia.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi mengizinkan masjid di 51 kelurahan Kota Bekasi yang masuk dalam zona hijau menggelar shalat Idul Fitri. Pemkot kemudian mengatur protokol kesehatan bagi jemaah yang akan mengikuti shalat Id. Jemaah diwajibkan pakai masker. Shalat digelar dengan masing-masing berjarak 1,5 meter antarjemaah. Pengurus masjid juga menyediakan tempat cuci tangan di lingkungan masjid.

Tak Tertular di Masjid

Sementara itu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan bahwa keluarga positif Covid-19 di Perumnas 1 Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak tertular saat pelaksanaan shalat Id berjamaah di masjid.

“Sebenarnya bukan saat shalat Id. Mereka sudah sakit ketika shalat. Kenapa dia cepat ditemukan, karena dia sakit lalu kita tes swab,” katanya di Bekasi, Selasa (26/5/2020). Rahmat mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kemunculan kasus baru Covid-19 usai pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah di 300-an masjid yang ada di 30 lebih kelurahan setempat, Minggu (24/5/2020). Setelah kasus itu terungkap, jajaran Dinas Kesehatan Kota Bekasi beserta aparatur terkait segera melakukan pelacakan terhadap warga yang berpotensi tertular, termasuk jamaah masjid.

“Otomatis harus dilakukan tracing. Jadi kita tidak perlu khawatir akan kasus baru, kita semua tim medis kita sudah bergerak di RT/RW,” katanya. Rahmat sekaligus mengklarifikasi kabar yang menyebutkan bahwa keluarga yang terinfeksi Covid-19 tertular saat berada di masjid. “Ini bukan karena shalat Id. Ini ditambah-tambahin aja,” katanya.

Warga Jalan Tenggiri I RW04 Kayuringin, Bekasi Selatan yang terjangkit Covid-19 masing-masing berinisial BS (istri), S (suami), dan kedua anaknya BT serta BH.

Saat ini rumah tetangga di sekitar lingkungan pasien telah dikarantina selama 14 hari ke depan.

“Pasien sudah kita isolasi di RSUD,” katanya.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: