“Anies Aya-Aya Wae. Mending Fokus Urusan COVID, Bayar Insentif Paramedis, Daripada Mikirin Atap Rumah Dicat.

Permintaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar rumah warga di sekitar flyover Tapal Kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dicat warna seragam menuai kritik. Ada fraksi di DPRD DKI yang menilai Anies aneh-aneh saja, ada juga yang memintanya fokus ke penanganan virus Corona (COVID-19).

Permintaan agar rumah warga di sekitar flyover Tapal Kuda dicat seragam diutarakan Anies saat memimpin rapat progres pembangunan simpang tak sebidang. Penyeragaman warna cat rumah dimaksudkan agar pemandangan di sekitar flyover lebih cantik.

“Enak betul warnanya begini (genting warga). Jangan dong. Kita yang tentukan warnanya apa. Kita sumbang kepada mereka,” ujar Anies.

Penampakan flyover Tapal Kuda dari udara. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Anies bahkan langsung memerintahkan Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali membicarakan rencana pengecatan rumah itu dengan warga sekitar flyover. Anies yakin flyover Tapal Kuda akan menjadi flyover model U-turn pertama di Indonesia.

“Nanti ini akan begini terus fotonya (flyover Tapal Kuda) bertahun-tahun ke depan. Walkot bicarakan dengan rumah-rumah di sini, gentingnya dicatin semua, Pak. Jadi kita obrolin dari sekarang,” kata Anies.

“Bapak-Ibu sekalian harus melihat ini (flyover Tapal Kuda) sebagai ikon untuk Indonesia, bukan hanya ikon untuk Jakarta. Jadi jangan pernah nanggung,” imbuhnya.
Permintaan pengecatan rumah warga sewarna itu dikritik Fraksi PDIP DPRD DKI. Fraksi partai berlambang banteng moncong putih itu mempertanyakan urgensi pengecatan tersebut.
“Tapi kan begini, benar kita lagi PSBB, makanya kita tanya, sementara anggaran-anggaran yang lain, yang sangat dibutuhkan, (malah) keluar yang tidak dibutuhkan. Apakah ini (pengecatan rumah warga di sekitar flyover Tapal Kuda) sudah kebutuhan mutlak sekarang? Kalau itu kebutuhan mutlak, monggo,” kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Pandapotan Sinaga kepada wartawan, Kamis (20/8).

“Tapi, kalau bukan kebutuhan mutlak, kalau hanya estetika, indah dilihat, sementara kita COVID, sebaiknya tunda dulu,” sambung dia.

Pandapotan mengingatkan APBD DKI tidak bisa saja seenaknya digunakan tanpa persetujuan DPRD. Kecuali, sebut dia, anggaran yang digunakan berasal dari kocek pribadi Anies.

“Iya (sebetulnya) sah-sah saja (Anies ingin rumah di sekitar flyover Tapal Kuda sewarna). Tapi jangan dipaksakan dalam kondisi ini, supaya nggak (jadi) sorotan,” sebut Pandapotan.

“Lakukan sosialisasi, musyawarah. Jadi jangan sampai salah. Seperti saya katakan, satu rupiah pun pengeluarannya harus persetujuan DPRD, harus ada payung hukumnya, nomenklaturnya. Kecuali kalau (Anies) mau pakai uang pribadi,” lanjut dia.

Kritik juga datang dari Fraksi Golkar. Fraksi partai berlambang pohon beringin itu meminta Anies berfokus menangani pandemi Corona ketimbang mengurusi urusan cat rumah warga.
“Aya-aya wae. Mending fokus urusan COVID-lah, bayar insentif paramedis, daripada mikirin rumah dicat. Aneh-aneh saja. Mendingan fokus ke urusan kesehatan, urusan insentif paramedis, urusan pertumbuhan ekonomi, urusan PHK di mana-mana,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco kepada wartawan, Kamis (20/8) terpisah.
Basri yakin yang diperlukan warga Jakarta saat ini bukanlah mengecat rumahnya. Kalau dengan mengecat rumah dengan warga seragam bisa membuat warga bahagia, Basri mengaku tak akan mempersoalkannya.

“Sekarang nggak perlu gaya-gayaan, nggak perlu mewah-mewah, gaya-gayaan, aneh-aneh. Rakyat nggak perlu itu. Fokuslah penanganan pandemi. Kalau dengan ngecat itu orang jadi happy, nggak masalah,” sebutnya.
Namun permintaan soal pengecatan sewarna itu didukung Fraksi NasDem. Fraksi NasDem malah meminta Pemprov DKI sekaligus memperbaiki atap rumah warga yang rusak.

“NasDem tidak masalah dengan ide Gubernur melakukan pengecatan untuk atap-atap rumah di sekitar flyover Tapal Kuda. Sekalian juga kalau ada genting-genting warga yang rusak, tolong diperbaiki juga, itu bagus juga. Jadi rumah warga yang tadinya ada yang bocor-bocor, diperbaiki sama Pemprov,” kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Wibi Andrino.

Wibi menilai tak salah jika Anies memikirkan estetika Ibu Kota di tengah pandemi Corona. Sebab, menurutnya, keindahan juga bisa meningkatkan imun warga Jakarta yang melihatnya.
“Memang kita kan juga menghadapi pandemi COVID. Ya, kan? Tapi untuk estetika kan kita boleh juga. Memangnya, orang nggak boleh melihat keindahan apa? Kan bagus juga buat imun. Nggak ada masalah,” tutur Wibi.

Diketahui, proyek flyover Tapal Kuda ditargetkan selesai pada akhir 2020. Nantinya flyover itu dapat digunakan untuk putar balik di kawasan Lenteng Agung dan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Proyek ini mulai dibangun pada akhir 2019.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: