Apakah Perlunya Soal Rencana Pemakaian Masker Patung Jenderal Sudirman ?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan simbol untuk menyosialisasikan bahaya virus Corona (COVID-19) di DKI. Pemprov DKI berharap simbol yang digunakan itu menjadi renungan warga DKI akan bahaya Corona di Jakarta.

Simbol pertama yang digunakan Pemprov DKI adalah simbol kematian, dengan media peti mati. Penggunaan peti mati ini dilakukan agar masyarakat sadar akan bahaya COVID-19 sehingga mematuhi protokol kesehatan.

Sosialisasi Corona menggunakan peti mati akan digunakan serentak di seluruh Jakarta, dimulai di Jakarta Pusat. Peti kosong berwarna putih itu nanti ditulis ‘peti korban COVID-19’.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan ide penggunaan peti mati untuk sosialisasi bahaya Corona itu berasal dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Menurutnya, sosialisasi menggunakan Toa atau tulisan peringatan kepada warga tidak efektif sehingga pihaknya menggunakan peti mati untuk sosialisasi.

“Iya supaya warga tahu, itu kan inisiatif Pak Wagub, supaya mengingatkan masyarakat, kalau pakai Toa terus kan capek ya, spanduk juga nggak dibaca, mungkin dengan peti mati bakal sadar,” kata Wakil Wali Kota Jakpus, Irwandi, ketika dihubungi, Rabu (12/8).

Peti mati ini nantinya akan diletakkan di lokasi yang strategis agar bisa dilihat oleh warga. Di peti mati itu juga akan ditulis imbauan, seperti penggunaan masker dan jaga jarak agar masyarakat mematuhi protokol COVID.

“Jadi kita akan taruh di tempat tertentu yang dianggap paling strategis, misal di Kecamatan Johar, misalnya dekat pasar, dengan tulisan agar hati-hati dengan COVID, pakai masker, bla-bla-bla, ada tulisan gitulah, tapi dengan peti mati. Peti matinya kita bikin bentuk peti mati, tapi bukan peti mati beneran,” jelas Irwandi.

Simbol kedua yang digunakan Pemprov DKI adalah pemakaian masker di patung Jenderal Sudirman. Pemasangan masker ini juga dilakukan untuk sosialisasi Corona di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara soal rencana Pemprov DKI Jakarta memasangkan masker di patung Jenderal Sudirman. Anies menyebut seharusnya manusia yang memakai masker saat pandemi COVID-19 ini.

Hal itu disampaikan Anies dalam acara diskusi virtual ABC Indonesia. Untuk diketahui, rencana pemasangan masker di patung Jenderal Sudirman hingga kini masih tertunda.

“Kita yang harus pakai masker, manusianya,” kata Anies. Anies menjawab pertanyaan apakah pemasangan masker di patung Jenderal Sudirman jadi dilaksanakan.

Anies mengaku, Pemprov DKI tidak memikirikan apa yang dibicarakan pihak luar. Menurut Anies, pihaknya tidak ambil pusing.

“Jakarta perlu garis bawahi, nggak terlalu pusing dengan percakapan di luar,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan memasang masker di Patung Jenderal Sudirman, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Pemasangan masker ini disebut telah direncanakan sebelumnya oleh Pemprov.

Sudah ada rencananya,” ujar Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Golkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan, saat dihubungi pada Rabu (19/8).

Namun demikian, rencana pemasangan masker di patung ikonik itu hingga saat ini masih ditunda.

“Ralat untuk kegiatan pemasangan simbolis masker (Patung Jenderal Sudirman) oleh Pak Gubernur (ditunda), menunggu info lebih lanjut dari Diskominfotik,” kata Kepala Seksi Publikasi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Saepul, Rabu (19/8).

“Ini kita masih ada rapat dari Biro Kepala Daerah (KDH) jam 3 nanti, nanti diputuskannya di situ jadi atau tidaknya,” ucap Satriadi.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: