Bareskrim Periksa 105 Saksi Terkait Kebakaran Kejagung

Polri meminta publik untuk bersabar menunggu kinerja penyidik Bareskrim Polri terkait penyelidikan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung. Ia memastikan Polri bekerja profesional dan transparan untuk mengungkap penyebab kebakaran gedung Kejagung.

“Mohon bersabar menunggu, menghormati dan memberikan kesempatan untuk Puslabfor Bareskrim Polri dan tim bekerja,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Mabes Polri.

Ia melanjutkan, hingga hari ini penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa sebanyak 105 saksi dalam penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. Mereka yang diperiksa mulai dari pejabat Kejagung hingga office boy (OB) Kejagung.

“Informasi pada hari ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 105 saksi,” ungkapnya.
Seratus lebih saksi ini digali keterangannya demi mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

“Yang diperiksa itu office boy sebanyak 54 orang, cleanning service sebanyak 20 orang, keamanan dalam kantor Kejaksaan Agung sebanyak 10 orang, PJU (pejabat utama) atau PNS sebanyak lima orang, tukang sebanyak tujuh orang, swasta sebanyak tujuh orang dan teknisi sebanyak dua orang,” paparnya.

Selain itu, tim Laboraturium Forensik Polri juga melakukan olah TKP untuk selanjutnya dianalisa di Puslabfor Polri. Temuan-temuan inilah yang nantinya akan dicocokkan dengan keterangan para saksi.

“Jadi kami bekerja secara pararel. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi, Labfor melakukan olah TKP tahap 1 dan tahap 2 dengan mengumpulkan temuan di lapangan yang selanjutnya dilakukan analisa oleh Puslabfor Bareskrim Polri,” tuturnya.

“Nantinya hasil dari analisa tersebutlah yang akan menentukan kasus ini terkait dengan bencana atau unsur lainnya. Selanjutnya hasil tersebut akan dicocokkan dengan keterangan saksi dan hasil di lapangan,” ujar dia.

Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri sudah menuntaskan tahap kedua olah tempat kejadian peristiwa (TKP) sebagai bagian penyelidikan penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, Sabtu (22/8).

“Untuk CCTV yang diambil dari TKP ada sekitar delapan CCTV di Kantor Kejaksaan Agung dan 18 CCTV di sekitar Kantor Kejaksaan. Jadi, total 24 CCTV yang diambil,” kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

Menurut dia, dari 24 kamera CCTV yang diambil oleh Tim Labfor, delapan di antaranya sudah hangus terbakar.

Kemudian tim juga mengambil 21 sampel di sejumlah titik berbeda dari tempat terjadinya kebakaran.

Penyidik, lanjut Awi telah memeriksa puluhan saksi untuk tahap penyelidikan. Ada sekitar 99 saksi terdiri dari office boy, cleaning service, pekerja harian lepas dan pegawai Kejaksaan Agung.

Awi menambahkan setiap Tim Laboratorium Forensik Polri melakukan olah TKP di Gedung Utama Kejaksaan Agung, didampingi penyidik dan staf Kejagung.

Sebelumnya, Gedung Utama Kejagung dilalap si jago merah pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan petugas damkar gabungan berupaya memadamkan api hingga Minggu (23/8) pagi.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: