Gara-gara Ulah Presiden Brasil, Beberapa Wartawan Harus Dikarantina

Sejumlah wartawan TV dikarantina setelah berada di dekat Presiden Brasil, Jair Bolsonaro saat mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi virus corona. Sejumlah wartawan TV itu, terdiri dari wartawan CNN Brasil, wartawan Record TV , dan wartawan TV Brasil.

Menurut berita yang dilansir dari Daily Mail pada (9/7/2020), mereka akan dikarantina sampai hasil tes diketahui dan dinyatakan negatif virus corona. Pada Rabu (8/7/2020), para wartawan ini berdiri menyodorkan mikrofon kepada Bolsonaro dengan jarak kurang dari 2 meter, yang merupakan jarak untuk social distancing. Usai memberikan pengumuman terkait hasil tes Covid-19 yang dijalaninya, Bolsonaro mundur beberapa langkah, kemudian membuka masker untuk membuktikan dia baik-baik saja.

Akibat aksi Bolsonaro itu beberapa wartawan yang berdiri di hadapannya terpaksa untuk menjalani karantina. Tidak hanya itu, dikabarkan bahwa wartawan CNN Brasil, Record TV, dan wartawan Brazil Communications Company (EBC) telah diberhentikan dari pekerjaannya seusai melakukan wawancara. Record TV dan EBC mengatakan wartawannya dapat kembali bekerja, hanya jika hasil tes mereka dinyatakan negatif Covid-19. Sementara, media CNN Brasil tidak memberikan rincian tentang aturan yang akan diberlakukan untuk wartawannya yang terpapar Covid-19. Asosiasi Pers Brasil juga telah mengatakan akan mengajukan gugatan terhadap presiden di Mahkamah Agung.

Asosiasi tersebut menuduh bahwa Bolsonaro tidak menghargai tindakan social distancing dan membahayakan kehidupan para wartawan yang hadir. “Negara ini tidak dapat membiarkan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan perilaku kejahatan terhadap kesehatan masyarakat seperti ini, tanpa bereaksi,” kata Presiden Asosiasi Pres Brasil, Paulo Jeronimo de Souza kepada CNN. Setelah konferensi pers Selasa (7/7/2020), politisi sayap kiri, Marcelo Freixo memberikan pernyataan di akun Twitternya bahwa ia telah mengajukan gugatan terhadap Bolsonaro di Kantor Pengacara Federal. Dia mengklaim bahwa presiden telah “melanggar Pasal 131 dan 132 KUHP” ketika Bolsonaro melepaskan masker saat wawancara. Persatuan wartawan untuk Distrik Federal, meminta media untuk menangguhkan liputan langsung terkait Bolsonaro.

Bolsonaro kemudian telah membatalkan siaran langsung di TV dan justru beralih ke konferensi video. Para menteri yang telah melakukan kontak dekat dengan Bolsonaro juga dites Covid-19. Ada pun tes Covid-19 untuk Sekretaris Pemerintah, Luiz Eduardo Ramos, Menteri Pembangunan Daerah Rogerio Marinho, dan Kepala Staf Braga Netto kembali negatif. Bolsonaro secara konsisten meremehkan pandemi virus corona, dengan menyebutkan virus itu sebagai “flu ringan” dan menentang aturan social distancing. Ia berdalih bahwa social distancing itu hanya akan merusak perekonomian dalam negeri. Sepanjang wawancara, Bolsonaro berkata, “Saya baik-baik saja, saya normal. Saya bahkan ingin berjalan-jalan, tetapi saya tidak bisa karena larangan dari medis,”

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: