Hasto Duga Teror Molotov ke Markas PDIP Berlatar Ideologi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menduga teror bom molotov yang telah tiga kali menyasar markas atau rumah kader PDIP di Jawa Barat dilatarbelakangi persoalan ideologi. “PDIP menduga persoalan ideologi menjadi motivasi dibalik serangan ke kantor partai. Mengingat PDIP yang paling kokoh dalam memperjuangkan semangat dan nilai-nilai Pancasila, tegaknya NKRI dan spirit kebinekaan sebagai motto kehidupan bertoleransi yang telah hidup lebih dari 14 Abad yang lalu di Bumi Nusantara,” kata Hasto .

Ia tak menyebut ideologi apa yang memicu penyerangan ke markas dan rumah kader PDIP di Jawa Barat. Namun, Hasto menyatakan berbagai aksi serangan itu justru membuat partai semakin solid. Dia berkata PDIP tidak mudah tunduk terhadap aksi-aksi teror.

Hasto juga menyerukan agar seluruh kader dan simpatisan PDIP, terutama di Jawa Barat, siaga satu terkait teror bom molotov ini. Namun, kesiagaan kader dan simpatisan harus tetap menjaga ketenangan menjelang peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.

“Partai menyerahkan penyelidikan dan penyidikan kasus ini sepenuhnya kepada aparat kepolisian,” ujar Hasto. Ia juga mengajak seluruh kader untuk membuat semua kantor-kantor PDIP menjadi merah dan putih. “Kita merah putihkan kantor partai termasuk kantor partai yang baru saja kena serangan bom molotov,” tutur dia.

Kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur dilempar bom molotov oleh orang tak di kenal pada Jumat (7/8) dini hari. Insiden ini mengakibatkan bagian depan kantor partai berlambang banteng moncong putih itu terbakar.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat Ono Surono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi pada terjadi pada Jumat (7/8) dini hari.

“Betul, terjadi sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Ono. Insiden serupa menyerang rumah kader sekaligus pengurus DPC PDIP Kabupaten Bogor di Megamendung, Kabupaten Bogor pada Selasa (28/7) dini hari. Setelah insiden itu, giliran Kantor PDIP di Cileungsi, Kabupaten Bogor yang dilempari bom molotov pada Rabu (29/7).

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: