Investor Asing Siap Investasi Rp 1.000 Triliun

Pemulihan ekonomi terus dilakukan. Saat ini, ada sejumlah perusahaan asing yang akan berinvestasi ke Indonesia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi yang akan masuk sebesar 78,392 miliar dolar AS, atau setara Rp 1.097 triliun (kurs Rp 14.000 per dolar AS).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, potensi tersebut datang dari 17 perusahaan asing yang berpeluang merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Nilai investasinya diperkirakan sebesar 37 miliar dolar dan diprediksi mampu menyerap 112 ribu tenaga kerja. Ada juga perusahaan potensial lainnya yang masuk ke Indonesia, sebanyak 119 perusahaan. Nilai investasinya diperkirakan mencapai 41,392 miliar dolar dan dapat menyerap 162.000 tenaga kerja.

“Ditotal ada potensi investasi semua perusahaan ini nilainya 78,392 miliar dolar atau setara Rp 1.097 triliun,” ujar Bahlil dalam launching virtual dan Diskusi Buku “Pandemi Corona Virus, Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional” di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, angka tersebut merupakan perpaduan dengan yang telah dilaporkan ke Presiden Jokowi. Di mana ada investasi Rp 700 triliun yang sudah terdata.

“Beberapa hari lalu, kami melaporkan kepada Presiden bahwa investasi yang eksisting yang terdaftar di BKPM, yang terkait dengan izinnya sudah ada Rp 700 triliun,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada 7 perusahaan asing yang dipastikan relokasi ke Indonesia dari negara lain. Nilai investasinya sebesar 850 juta dolar dan dapat menyerap 30 ribu tenaga kerja.

Pada kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan target realisasi investasi yang awalnya dipatok Rp 886,1 triliun di tahun 2020, sulit tercapai akibat pandemi virus corona. Ia mengatakan, penyebaran virus corona yang masih masif hingga bulan Juli ini turut membuat sektor investasi di Indonesia lesu.

“Awalnya, target tersebut masih berpatokan Covid-19 bisa berakhir di bulan Mei 2020. Namun ternyata, kasus positifnya masih meningkat hingga memasuki Juli 2020,” kata Bahlil.

Diterangkannya lebih rinci, sebelumnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mencanangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 bisa mencapai 5,3 persen. Namun karena corona, prediksi itu direvisi. Hal ini kemudian diikuti revisi target investasi oleh BKPM.

“Target yang dicanangkan Bang Harso (Suharso Monoarfa) sebagai Kepala Bappenas pada tahun 2020 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dan kami dikasih target kurang lebih sekitar Rp 886,1 triliun. Ini kami sudah revisi sekarang karena Covid-19,” jelas Bahlil.

Diterangkan lebih rinci, untuk realisasi investasi kuartal I-2020 mencapai Rp 210,7 triliun. Setara 23,8 persen dari target investasi awal Rp 886,1 triliun. Jumlah ini tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan.

Realisasi ini terbagi dalam Penanaman Modal Dalam Negeri atau (PMDN) sebesar Rp 112,7 triliun. Angka ini setara 53,5 persen dari total realisasi. Dan Penanaman Modal Asing atau (PMA) senilai Rp 98 triliun atau 46,5 persen dari total realisasi.

“Yang mempengaruhi pencapaian ini di antaranya terkait dengan konsolidasi perusahaan PMA yang terganggu akibat adanya corona,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, sepanjang kuartal I-2020, investasi telah menyerap 303.085 Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Adapun 5 besar negara investor terdiri dari, pertama, Singapura senilai 2,723 juta dolar atau 40 persen dari seluruh PMA.

Kedua, China senilai 1,285 juta dolar, atau 18,9 persen. Ketiga, Hong Kong senilai 634 juta dolar. Kemudian Jepang senilai 604 juta dolar. Kelima, Malaysia senilai 480 juta dolar, serta lainnya sebesar 1.076 juta dolar.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: