Iran Balas Trump, Jenderal Militer Ancam Hancurkan AS

Insiden yang terjadi antara kapal militer pasukan Garda Revolusi Iran (IRGCN) dengan kapal perang Amerika Serikat berbuntut panjang. Setelah ancaman dilontarkan Presiden AS Donald Trump, kini giliran Jenderal Iran memberi peringatan ke AS.

“Saya telah memerintahkan pasukan angkatan laut kami untuk menghancurkan ‘pasukan teroris’ Amerika di Teluk Persia, yang mengancam keamanan kapal militer atau non militer Iran,” kata Mayor Jenderal Hossein Salami, dikutip dari Reuters.

“Keamanan Teluk Persia adalah bagian dari strategi prioritas Iran.”. Ia menegaskan ancamannya serius. Karena menyangkut keamanan nasional.

“Kami akan menanggapi dengan tegas setiap sabotase,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyarankan Trump untuk fokus menangani pandemi virus corona (COVID-19) di AS. Negeri Pam Sam mencatat kasus terbanyak di dunia hingga 878 ribu jiwa, dengan 49 ribu kematian.

“Militer AS terhamtam infeksi COVID-19 lebih dari 5.000,” katanya.

“Tentara AS seharusnya tidak memiliki urusan di wilayah yang jauhnya 7.000 mil dari rumah.”

Sebelumnya, terjadi ketegangan di Teluk Arab, 15 April lalu. Angkatan Laut AS merilis sebuah video di mana 6 kapal perang AS dikelilingi 11 kapal militer milik Garda Revolusi Iran (IRGCN)

Kapal Perang AS itu, terdiri dari USS Lewis B.Puller, USS Paul Hamilton,USS Firebolt, USS Sirocco, USCGC Wrangell dan USCGC Maui. AS mengaku tengah berpatroli dengan helikopter militer Apacge AH-64E di perairan internasional.

Keduanya pihak hanya berjarak 10 meter. AS menyebut Iran berulang kali bermanuver mengelilingi kapal AS.

Trump tidak tinggal diam dengan hal tersebut. Ia mengeluarkan pernyataan memerintahkan militer menembak Iran jika itu terjadi lagi.

“Saya telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menembak jatuh dan menghancurkan setiap kapal perang Iran jika mereka melecehkan kapal kami di laut,” tulisnya.

Awal bulan April, sejumlah kapal perang Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGCN) mendekati kapal Amerika di teluk. Ketika itu, dilaporkan kapal-kapal perang Iran tersebut kerap bermanuver, memprovokasi militer AS.

Tensi antara Iran dengan Amerika Serikat memanas sejak awal tahun 2020, menyusul aksi AS membunuh pemimpin skuat elit militer Iran, Quds, Qassem Soleimani dengan serangan pesawat nirawak di Irak.

Pada 8 Januari 2020, Iran membalas dengan serangan roket ke markas militer AS di Ain al-Asad, Irak. Ketika itu, militer AS mengklaim tidak ada korban jiwa. Akan tetapi beberapa pekan setelah klaim militer AS itu, tersebar kabar jika 100 tentara AS mengalami cedera otak karena serangan tersebut.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: