Kasus Positif Covid di Arab Saudi Melonjak Tembus 100.000 Orang

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan Jumlah kasus posotif Covid-19 di Arab Saudi telah mencapai lebih dari 100.000 pada hari Minggu (7/6). Hal ini terjadi setelah Arab Saudi mengalami lonjakan infeksi baru dalam sepuluh hari terakhir.

Pada hari Minggu terjadi 3.045 kasus baru, menjadi yang tertinggi dalam catatan kasus harian untuk pertama kalinya, setelah pada hari sabtu terjadi 3.000 kasus.

Total keseluruhan kasus positif Covid-19 di Arab Saudi menjadi 101.914, dengan 712 kematian. Negara berpenduduk 30 juta orang ini melaporkan infeksi COVID-19 pertamanya pada 2 Maret. Otoritas kesehatan setempat memprediksi pada April virus itu dapat menginfeksi antara 10.000 dan 200.000 orang di Arab Saudi. Kerajaan Arab Saudi telah memuncaki jumlah 50.000 kasus positif pada 16 Mei.

Jumlah Arab Saudi menjadi yang tertinggi diantara enam negara-negara Teluk (GCC), yang telah mencatat 272.625 kasus dan 1.406 kematian.

Infeksi virus corona di wilayah penghasil minyak terbesar ini awalnya dikaitkan dengan perjalanan.

Sebetulnya otoritas Arab Saudi telah mengambil langkah-langkah awal untuk pencegahan penyebaran virus diberbagai lokasi perbatasan.

Namun Negara-negara Teluk telah melihat adanya penyebaran juga di antara pekerja migran berpenghasilan rendah yang tinggal di tempat sempit.

Hal ini mendorong pihak berwenang untuk terus meningkatkan pengujian sampel.

Pemerintah Arab Saudi kembali menutup 39 masjid setalah ada kecurigaan penularan virus corona antara para jamaah. Pihak kerajaan tidak mengungkapkan secara detail lokasi 39 masjid yang kembali ditutup.

Kementerian Urusan Agama Islam Arab Saudi mengatakan penutupan kembali masjid dilakukan sebagai upaya mencegah penularan virus.

Mengutip Saudi Al Arabiya, 39 masjid yang kembali ditutup itu akan disterilkan.

Pemerintah Kota Dammam, Arab Saudi timur pada Kamis (4/6) lalu menutup sebuah masjid setelah imamnya diduga terinfeksi virus corona.

Imam masjid tersebut mengirimkan pesan WhatsApp kepada para jemaah dan menginformasikan kepada pihak kementerian setelah ia curiga terinfeksi virus corona.

“Masjid sudah ditutup. Imam dan muazin sementara dilarang beribadah ke masjid karena dicuriga terinfeksi virus. Masjid juga telah ditutup sebagai tindakan penegahan untuk keselamatan para jemaah,” kata Kepala Direktorat Masjid di Dammam, Ahmad Al Mahashir kepada Sabq seperti mengutip Gulf News.

Pekan lalu pemerintah Arab Saudi baru membuka kembali masjid-masjid selain di kota Mekah. Pembukaan dilakukan seiring dengan rencana menerapkan tatanan kehidupan baru (new normal) secara bertahap.

Pemerintah menerapkan protokol kesehatan bagi semua jemaah yang beribadah di masjid. Masjid hanya dibuka 15 menit sebelum azan, ditutup kembali 10 menit setelah salat berjamaah, dan durasi salat dipersingkat menjadi 10 menit.

Para jemaah diminta menjaga jarak dua meter. Sementara anak-anak di bawah 15 tahun dilarang salat di masjid.

Selain itu, ruang wudhu dan toilet juga ditutup untuk menghindari penggunaan air dan makanan di masjid. Sebelum memasuki area masjid, semua jemaah akan dicek suhu tubuhnya.

Pemerintah Arab Saudi sejak Maret lalu memutuskan untuk menutup semua masjid dan melarang ibadah salat berjamaah. Ibadah umrah juga dihentikan sementara sejak akhir Februari lalu.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: