KKB Terus Berulah-Sebar Fitnah, Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

Intensitas kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, meningkat. Aparat hingga warga sipil jadi korban kekerasan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan KKB tengah mencari perhatian. Selain melakukan kekerasan, KKB disebut menyebarkan fitnah kepada TNI-Polri agar masyarakat terprovokasi.

“Dalam rentetan kasus tersebut telah jatuh korban baik itu dari anggota TNI dan warga sipil yang ada di Kabupaten Intan Jaya. Ini menjadi perhatian banyak pihak bahwa kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya merupakan kasus yang kekerasan yang tidak beradab yang dilakukan oleh KKB,” kata Kombes Kamal, Senin (21/9/2020).

Terbaru, lanjutnya, KKB menyebarkan isu bahwa pendeta Yeremia Zanambani tewas ditembak pihak TNI. Dia mengatakan isu tersebut sebagai fitnah.
“KKB melalui juru bicaranya saat ini kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI-lah pelaku penembakan. Saat ini KKB sedang mencari momen untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan fitnah tersebut dilempar KKB di medsos juga untuk menghasut masyarakat. Dia mengatakan rangkaian kejadian ini sudah diatur pihak KKB.
“Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah oleh KKB, khususnya melalui medsos. Fitnah mereka di media sosial, jelas sudah setting-an dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang Sidang Umum PBB,” ungkapnya.

Selain Pendeta Yeremia, seorang warga sipil bernama Badawi (49) tewas karena luka bacok yang dialaminya.

Beberapa hari sebelumnya, dua warga sipil bernama Laode Anas Munawir (33) dan Fathur Rahman (23) juga jadi korban penembakan. La Ode Anas Munawir mengalami luka tembak di lengan tangan sebelah kanan. Sedangkan Fathur Rahman terluka tembak di bawah pusar dan luka sayat di atas kening. Keduanya dievakuasi ke RSUD Timika untuk mendapat pengobatan.

Selain warga sipil, dua anggota TNI, yakni Serka Sahlan dan Pratu Dwi Akbar Utomo, gugur ditembak KKB.
Serka Sahlan diserang KKB pada Kamis (17/9) sekitar pukul 14.20 WIT. Saat itu Serka Sahlan sedang dalam perjalanan membawa logistik. Sementara Pratu Dwi Akbar bertugas sebagai Satgas BKO aparat Teritorial Koramil Persiapan Hitadipa di Kabupaten Intan Jaya.

Satgas Apter diketahui bertugas untuk menyiapkan Koramil dan Kodim baru dalam rangka membantu pemda dalam berbagai program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kapen Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan juru bicara KKB secara terbuka mengeluarkan pernyataan ancaman, intimidasi, dan provokasi kepada seluruh penerbangan di Papua yang mengangkut personel TNI dan Polri.
“Gerombolan ini memang selalu memanfaatkan momen-momen tertentu untuk cari perhatian dunia internasional dan kali ini dilakukan menjelang Sidang Umum PBB minggu mendatang. Kepada warga masyarakat, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan kebohongan yang terus dilancarkan di akun medsosnya,” ujar Suriastawa.

Sebelumnya, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan, sejauh ini sudah ada 46 kasus kekerasan yang dilakukan oleh KKB. Adapun korban meninggal sebanyak 9 orang dari kalangan sipil hingga aparat keamanan.
“Pada tahun 2020 telah terjadi sebanyak 46 kasus kekerasan yang dilakukan KKB. Dari data yang berhasil kami himpun, dari 46 kasus kekerasan oleh KKB yang dilakukan sampai saat ini, korban meninggal dunia sebanyak 9 orang yakni 5 orang warga sipil, 2 anggota TNI dan 2 anggota Polri,” jelas Awi saat konferensi pers secara daring, Selasa (15/9).
“Untuk korban yang mengalami luka sebanyak 23 orang yakni 10 sipil, 7 anggota TNI, dan 6 anggota Polri,” lanjutnya.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: