Mabes Polri Jawab Kebocoran Data Denny Siregar

Kapala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono merespons kabar dugaan peretasan dan kebocoran data yang dialami pegiat media sosial Denny Siregar. Menurutnya, hingga kini pihaknya belum menerima informasi atau laporan terkait hal tersebut.

“Kita belum dapat info dan belum ada laporan seperti itu,” ujar Argo kepada wartawan, Selasa, 7 Juli 2020. Nanti juga mengonfirmasi ke pelapor, apa saja yang dilaporkan dan saksinya siapa saja dan barang buktinya apa. Kendati demikian, Argo menyebut kepolisian akan melakukan evaluasi dan penyelidikan apabila yang bersangkutan sudah melaporkan kejadian yang dialaminya itu kepada petugas.

“Nanti juga mengonfirmasi ke pelapor, apa saja yang dilaporkan dan saksinya siapa saja dan barang buktinya apa. Setelah kita melakukan klarifkasi ke saksi pelapor maupun nanti saksi ahli, nanti kita gelarkan, kemudian gelar itu, nanti akan menentukan laporan itu ada tindak pidana atau tidak,” ucap dia.

Sebelumnya, Denny Siregar meminta Telkomsel bertanggung jawab atas dugaan kebocoran data yang dialaminya. Dia menduga kebocoran data yang dialaminya berasal dari Telkomsel dan bisa menimpa pengguna lainnya.

3 Juli 2020, WhatsApp Denny Siregar diserbu. Peristiwa ini terjadi setelah tulisannya di Facebook berjudul Adik-adikku Calon Teroris yang Abang Sayang diprotes Forum Mujahid Tasikmalaya. Duduk perkara bocor data Telkomsel, Denny Siregar menulis catatan berjudul Cyber Teroris di laman Facebook, Minggu, 5 Juli 2020.

“Pada waktu membeli nomor, kita dipaksa untuk memasukkan data diri kita, mulai NIK sampai KK. Dan nomor yang tidak teregistrasi pun akan hangus. Tapi ternyata sistem kita sangat rentan, sehingga data diri kita bisa diambil oleh orang lain. Ini sangat berbahaya,” ujar Denny dalam catatan tersebut.

Bayangkan, kata Denny, “Akhirnya mereka tahu di mana rumah kita, siapa keluarga kita, apa kebiasaan kita. Dan itu bisa ada di tangan orang berbahaya, seperti teroris. Nyawa kita bisa terancam karena data kita telanjang.”

Denny Siregar mengatakan tidak takut. “Karena keluarga sudah siap segalanya. Tapi bisa jadi itu terjadi pada kalian, pada istri kalian, anak-anak kalian, bahkan orang tua. Mereka bisa mengancam karena pegang data pribadi.”

Karena itu, kata Denny, “Saya rencana mau menggugat Telkomsel dan Kominfo karena data saya bisa disebarkan ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Biarkan saya jadi contoh.”

Kita jadi rentan, “lanjut Denny, “Ini bisa dibilang cyber teroris.”

“Hak kita sebagai warga negara harus dapat perlindungan. Dan negara harus bertanggung jawab terhadap keamanan warganya,” ujar Denny pula.

Denny pun meminta penjelasan dari Telkomsel mengenai data pribadinya yang bocor hingga batas waktu 3X24 jam. Dia mengancam akan menggugat ke pengadilan jika tidak mendapatkan penjelasan.

“Saya butuh penjelasan @Telkomsel kenapa data saya bocor dalam waktu 3×24 jam. Kalau tidak ada penjelasan, saya akan gugat ke pengadilan,” kata Denny Siregar.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: