Mantan Dirut Jasa Marga Ditahan Dengan Status Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka barukasus dugaan korupsi subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang digarap PT Waskita Karya.

Mereka, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani (DSA), Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana (JS), serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman (FU).

KPK langsung menahan ketiga tersangka tersebut selama dua puluh hari ke depan. “Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan lima tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2020,” tutur Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu menetapkan mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Untuk tersangka, Desi akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Sedangkan untuk Jarot di Rutan Polres Jakarta Timur dan Fakih di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Pomdam Jaya Guntur

Sementara itu, Fathor ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Gedung Merah Putih KPK. Yuly di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan KPK di Pomdam Jaya Guntur.

“Terhadap para tahanan akan dilakukan isolasi mandiri lebih dahulu dalam rangka antisipasi penyebaran virus Covid-19,” ujarnya.

Atas perbuatannya, lima tersangka ini disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: