Menteri BUMN Erick Thohir Saat Ini Vaksin Covid-19 Belum Bisa Disuntikkan pada yang Berusia 18 Tahun ke Bawah

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan saat ini belum bisa disuntikkan ke semua umur. Saat ini, kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu, vaksin Covid-19 baru bisa diperuntukkan orang yang berusia 18 tahun ke atas.

“memang Tadinya vaksin (Covid-19) ini untuk usia 18 sampai 59 tahun, tapi dari konfirmasi terakhir, usia di atas 59 tahun sudah bisa menerima vaksin ini,” ujar Erick di Komisi IX DPR RI.

Lanjut itu menambahkan, saat ini beberapa perusahaan farmasi di dunia tengah melakukan pengembangan agar vaksin Covid-19 bisa disuntikkan untuk segala usia.

“Sekarang ini terus dikembangkan untuk vaksin kepada yang lebih muda . 18 tahun ke bawah, termasuk anak-anak, ini masih ada prosesnya,” kata dia. Selain itu, calon vaksin yang tengah dikembangkan juga masih memiliki tingkat imunitas jangka pendek. Artinya, jika seseorang telah disuntikkan vaksin tersebut, tak bisa serta-merta orang itu terbebas dari penularan virus corona untuk selamanya.

Kemampuan vaksin Covid-19 yang rencananya bakal disuntikkan massal ke warga Indonesia awal 2021, ternyata punya masa ‘kedaluwarsa’. Orang yang sudah mendapatkan suntikan vaksin tersebut, tidak otomatis kebal selamanya dari Covid-19.

“Sebagai catatan, vaksin yang ditemukan hari ini untuk Covid-19 jangkanya 6 bulan sampai 2 tahun. Jadi bukan vaksin yang disuntik selamanya,” kata Erick Thohir.

Selain itu, proses vaksinasi bagi setiap orang harus dilakukan penyuntikan dua kali, berselang dua pekan setelah vaksinasi pertama. Artinya, setelah penyuntikan pertama, perlu penyuntikan berikutnya untuk mendapatkan khasiat vaksin ini.

“Kembali ditekankan, ini ada dua kali dosis penyuntikan dengan jeda waktu dua minggu,” imbuh Erick.
Pemerintah Indonesia memang gencar menggaet sejumlah perusahaan produsen vaksin Covid-19.

Sejauh ini, Sinovac dari China dan G42 dari Uni Emirat Arab (UEA) siap berkolaborasi untuk menghasilkan vaksin Covid-19. Kolaborasi dengan Sinovac dilakukan melalui Bio Farma, sedangkan G42 melalui Kimia Farma.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: