Motif Penyerangan Mapolres Ogan Komering Ilir, Bukan Terorisme, Melainkan Dendam

Polisi memastikan motif penyerangan Mapolres Ogan Komering Ilir, bukan terorisme, melainkan dendam. Pelaku merupakan residivis kasus curas dan pernah dipenjara selama tujuh tahun.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi, menerangkan, motif penyerangan pelaku karena dendam. Indra Oktomi, pelaku penyerangan, pernah ditangkap karena kasus curas dan dipenjara selama tujuh tahun.

Belum lama ini pelaku bebas dan diduga dendam pada polisi. Hingga kini belum ada dugaan keterlibatan pelaku dengan jaringan teroris, namun kasus ini masih didalami.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengapresiasi petugas piket Polres Ogan Komering Ilir (Polres OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) yang berjaga saat terjadi serangan terhadap Mapolres OKI Minggu (28/06/2020) dini hari.

Apresiasi Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri tersebut disampaikan jumpa pers usai melihat jenazah pelaku penyerangan atas nama Indra Oktomi di RSUD Kayuagung pada Minggu (28/06/2020) malam. Eko Indra Heri juga memeriksa kendaraan yang dipakai pelaku saat menabrak pintu gerbang Mapolres OKI dan menemui Aipda M Nur, personel Polres OKI yang mengalami luka karena diserang oleh pelaku Indra Oktomi.

“Saya mendapat laporan dari Kapolres tentang kejadian ini, saya ingin mengatakan saya memberi penghargaan dan apresiasi terhadap kinerja Kapolres (OKI) dan piket malam karena dengan kondisi yang berkembang saat ini anggota selalu waspada,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri saat jumpa pers, Minggu.

Satu anggota polisi selamat karena patuhi protokol Ia juga bersyukur karena personel Polres OKI Aipda M Nur yang diserang selamat karena menggunakan peralatan standar polisi berupa rompi anti peluru saat bertugas. “Alhamdulillah personel kita sesuai protap menggunakan rompi anti peluru saat bertugas sehingga saat ada serangan seperti semalam dapat selamat meski mengalami luka di tangannya,” lanjutnya.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: