Pertemuan Jokowi Dan Para Pemimpin Agama Bahas New Normal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan diskusi dengan delapan pemimpin lintas agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konfusianisme mengenai persiapan pemerintah untuk menegakkan normal baru di tengah pandemi virus coronavirus (Covid-19) yang baru.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin mengadakan pertemuan dengan delapan tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Selasa sore, 2 Juni 2020.

Adapun hal yang dibahas oleh Presiden dan para tokoh lintas agama adalah pelaksanaan ibadah haji tahun 2020.

Sebagaimana diketahui Kementerian Agama telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan haji pada 2020. Hal tersebut juga telah mendapat dukungan dari organisasi Islam di Tanah Air.

“Sesuai ketentuan Islam, keamanan adalah salah satu syarat utama pelaksanaan ibadah haji. Demi kemaslahatan bersama ada baiknya pemerintah Indonesia mempertimbangkan dengan seksama untuk tidak menyelenggarakan ibadah haji 1441 H,” sebagaimana tercantum dalam pernyataan tertulis Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada pukul 15.00 WIB tersebut, Presiden menjelaskan langkah-langkah pemerintah tentang penanganan COVID-19 dan menjelaskan upaya yang telah dilakukan selama ini.

“Pandemi COVID-19 telah menyebar di 215 negara, baik negara maju, negara berkembang, negara kaya, miskin, negara besar, kecil semua terkena pandemi COVID-19,” ucap Presiden.

Presiden juga menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 ini bukan lagi hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga telah berdampak ke sektor lain.

“Masalahnya bukan di sisi kesehatan saja, tapi juga sudah masuk ke bidang lain seperti ekonomi dan sosial,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meminta masukan dari para tokoh lintas agama terkait kesiapan penerapan prosedur kenormalan baru utamanya di tempat-tempat ibadah.

Pemimpin lintas agama Helmi Faishal Zaini dari Nahdlatul Ulama (NU), Abdul Mu’ti dari Muhammadiyah, KH. Muhyiddin Junaidi dari Majelis Ulama Indonesia, Pdt. Gomar Gultom dari PGI, dan Ignatius Kardinal Suharyo dari KWI menghadiri pertemuan dengan Jokowi.

Pada pertemuan tersebut, Wisnu Bawa Tenaya mewakili Dewan Hindu Indonesia (PHDI) sementara Arief Harsono dari Perhimpunan Buddhis Indonesia (Permabudhi), dan Xs. Budi Santoso Tanuwibowo dari Dewan Tinggi Konfusianisme Indonesia (Matakin).

Pemerintah Indonesia telah mulai menegakkan normal baru di tengah pandemi Covid-19 di empat provinsi dan 25 kota dan kabupaten. Jokowi juga telah merencanakan untuk memperluas penegakan tatanan normal baru di kota-kota dan kabupaten lain jika terjadi penurunan yang signifikan dalam transmisi Covid-19 di wilayah tersebut.

Pada 26 Mei 2020, Jokowi berbicara tentang pemerintah yang telah memulai penempatan personel TNI dan polisi di daerah-daerah padat di empat provinsi dan 25 kota dan kabupaten sebagai bagian dari penerapan norma baru.

Pada siang hari, ia meninjau persiapan untuk menegakkan prosedur operasi standar untuk langkah-langkah normal dan pencegahan baru untuk membatasi penyebaran Covid-19 di tempat-tempat umum, seperti stasiun MRT Jakarta Pusat dan pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: