Polisi Tangkap Pembakar Bendera Merah Putih Di Lampung Utara

Kepolisian Resor Lampung Utara menangkap seorang perempuan berinisial MA (33) karena membakar bendera Merah Putih. Aksi pembakaran bendera Merah Putih yang dilakukan MA diketahui berdasarkan video yang viral di media sosial.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, penyidik langsung meringkus MA usai menerima laporan adanya laporan peristiwa pembakaran bendera Merah Putih itu. Pandra menyebutkan, MA ditangkap di kediamannya di Jalan Kota Bumi, Lampung Utara.

“Dari penangkapan itu kami mengamankan sejumlah barang bukti,” kata Pandra, saat dihubungi, Senin (3/8).

Berdasar hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh penyidik, Pandra mengatakan bahwa MA mengakui perbuatannya itu. Dia membakar bendera Merah Putih itu berdasarkan keyakinan yang dianutnya. Kendati, saat diperiksa, MA kerap memberikan keterangan yang berubah-ubah.

“Bahasanya dia itu PBB itu tidak mengakui negara Indonesia yang diakui adalah Kerajaan Mataram. Ini bahasanya kurang lebih mungkin seperti kejadian sebelumnya ya ada Sunda Empire dan sebagainya,” lanjut Pandra.

MA diduga melanggar Pasal 66 jo Pasal 24 huruf a dan Undang-Undang 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. MA terancam hukuman pidana lima tahun penjara dan denda sekitar Rp500 juta.

Meski demikian, Pandra menambahkan, sejauh ini, polisi belum menahan dan menetapkan MA sebagai tersangka. Sebab, sebelum diperiksa, MA akan menjalani pemeriksaan kejiwaan terlebih dahulu di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung.

“Seseorang itu kan namanya sebagai subjek hukum atau objek hukum kan harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, karena keterangannya berubah-ubah itu, kami untuk menentukan status orang ini harus diperiksakan kepada saksi ahli dalam hal ini dokter kejiwaan,” tandas Pandra.

Diketahui, MA membakar bendera merah putih pada Minggu, 2 Agustus 2020, di Lampung Utara. Aksi perempuan tersebut terekam telepon genggam warga. Lalu diunggah ke media sosial Facebook bernama MVDH dan menjadi viral.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: