×
Polling Presiden

Polling Presiden

Siapa Calon Presiden Pilihan Anda di 2024?
Edisi Mei 2023

Lihat Hasil

Loading ... Loading ...

Polisi Usut Foto Wapres Ma’ruf Amin Disandingkan ‘Kakek Sugiono’

Kategori: hukum, Sosial

Polisi menyebut telah menerima laporan terkait postingan foto Wapres Ma’ruf Amin yang disandingkan dengan foto bintang porno Jepang, Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono.

Laporan dalam bentuk Dumas (pengaduan masyarakat) sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Tanjungbalai.
Demikian dikatakan Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2020).

“Masih kami selidiki, ditangani Satreskrim Polres Tanjungbalai,” kata Putu.

Sementara itu, GP Ansor Tanjungbalai telah melakukan pertemuan dalam upaya tabayyun pada Senin (28/9/2020).

Dalam pertemuan tersebut, pemilik akun mengaku sengaja mengunggah foto tersebut karena kesal terhadap Ma’ruf Amin sebagai seorang ulama.

“Dari hasil tabayyun yang dihadiri oleh MUI, LBH GP Ansor, pengunggah mengaku kesal kepada kyai Ma’ruf Amin. Kalau alasan kesalnya macam-macam lah,” kata Ketua GP Ansor Tanjungbalai, Salman Al Hariz.

Ia telah mengakui dan meminta maaf atas postingan tersebut. Ia juga menulis permohonan maaf melalui media sosial.

“Dia sudah mengakui perbuatannya dan meminta maaf atas kesalahannya dengan membuat pernyataan diatas materai, kepada GP Ansor dan pihak yang tersakiti atas postingan tersebut,” ujarnya.

Permintaan maaf ditujukan kepada keluarga besar NU dan GP Ansor se-Indonesia.

“Pengunggah juga mengakui kalau foto itu dia yang mengedit dan menyatukan,” pungkasnya.

Diberitakan, sebuah akun Facebook mengunggah foto Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin disandingkan dengan bintang porno asal Jepang Shiego Tokuda atau ‘Kakek Sugiono.’

Dilihat SuaraSumut.id (Suara.com), penunggah menulis ‘Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah.
Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat’.
Namun, postingan tersebut sudah dihapus dan penunggah menulis permohonan maaf.

Yuanita R Silalahi