Prabowo Usulkan Seluruh Anggota Jalani TNI Tes Swab

KSAD Jenderal Andika Perkasa mendukung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang meminta seluruh anggota TNI dites swab. “Kami lebih senang, karena swab itu lebih akurat dari rapid test,” kata dia di Makodam III/Siliwangi, Sabtu (11/7). Walau mendukung usulan Prabowo, Andika menilai tes swab yang dilakukan pada seluruh anggota TNI bakal membutuhkan alat yang tak sedikit. Selain itu, laboratorium yang diperlukan cukup banyak.

“Itu sangat bagus sekali, tapi yang jelas kan swab itu yang diperlukan banyak, selain ketersediaan alat swab test, juga labnya di mana, reagen-nya untuk memeriksa,” ucap dia. Pernyataan Andika disampaikan usai mengunjungi Secapa TNI AD di Bandung. Secapa TNI AD merupakan salah satu klaster penyebaran virus corona di Jawa Barat. Terdapat ribuan siswa Secapa TNI AD yang terkonfirmasi positif virus corona. Terkait munculnya klaster Secapa TNI AD dan juga satu klaster lainnya yaitu Pusdikpom TNI AD, Andika mengaku pihaknya terus melakukan evaluasi.

Dia menegaskan, bahwa adanya dua klaster corona tersebut merupakan pelajaran berharga bagi Angkatan Darat. Sebagai tindaklanjut, penyemprotan disinfektan contohnya bakal lebih sering dilakukan bukan hanya di bagian luar tapi juga di dalam ruangan. “Tapi yang jelas ini merupakan pembelajaran bagi kami, kita sudah lakukan beberapa evaluasi termasuk mempersering penyemprotan disinfektan tidak hanya di lingkungan luar atau eksterior tapi juga ke dalam ruangan,” ucapnya.

Saat ini, TNI AD masih terus berusaha meningkatkan kesiapan dan kemampuan rumah sakit serta tenaga medis untuk menanggulangi Covid-19. “Kami menyadari masih ada kekurangan. Saat ini kami sedang berusaha agar rumah sakit bisa lebih siap menampung pasien dan lebih cepat memutuskan status pasien apakah ODP, PDP, atau positif. Kami juga mengejar pengadaan laboratorium PCR,” katanya.

Berkaitan dengan kegiatan pembelajaran Pasis Secapa AD saat ini, KSAD mengatakan bahwa Pasis masih melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum. Namun, kegiatan yang bersifat akademis dan latihan di luar sudah selesai dilakukan, karena Andika mengatakan bahwa minggu ini merupakan minggu terakhir sebelum pendidikan ditutup.

Terkait apa yang dilakukan oleh ribuan orang di Secapa AD selama masa karantina dan isolasi, Andika Perkasa mengatakan pasien tetap diawasi kesehatannya dan aktivitasnya. “Diberikan obat, makan teratur, istirahat (tidur) delapan jam, dan olahraga yang tidak menyebabkan kelelahan yang berlebihan, itulah upaya yang dilakukan di Secapa AD,” katanya.

Saat waktunya tidur di malam hari, KSAD meminta agar pasien tidak mengaktifkan ponselnya. Karena, ribuan orang tersebut rata-rata tanpa gejala tapi pikirannya terganggu. Jenderal TNI Andika Perkasa menambahkan, ada 1198 Pasis di Secapa TNI AD. Seluruh Pasis tersebut dibagi ke dalam 29 barak. Meskipun ada yang tinggal dalam satu barak, ada 207 Pasis yang tidak terpapar dan 991 orang terpapar corona.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: