Presiden Jokowi Soroti Soal Harga Pangan Yang Masih Naik

Memasuki hari ke-20 puasa Ramadan tahun ini harga sembako yang secara konsisten mengalami kenaikan adalah bawang merah dan daging ayam ras segar.

Isu menipisnya pasokan komoditas bawang merah di pasaran membuat harganya terus melambung, pemerintah beralasan justru hanya karena masalah distribusi. Presiden Jokowi sampai turun tangan menyoroti soal harga pangan yang masih naik dan tetap tinggi seperti bawang merah, gula, hingga daging ayam.

Bawang merah dan daging ayam ras segar adalah dua bahan pokok yang harganya naik signifikan pada bulan Mei ini. Terhitung sejak 4 Mei 2020 hingga hari ini, harga bawang di pasar tradisional seluruh provinsi Tanah Air telah naik 6,8%. Di saat yang sama harga daging ayam ras segar juga melonjak 10%.

Rabu (13/5/2020), untuk 1 kilogram bawang merah harganya dibanderol di atas Rp 52.000. Harga bawang merah tertinggi masih dijumpai di Papua. Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang merah di pasar tradisional kota Sorong mencapai Rp 92.000/Kg. Sementara itu di Kabupaten Merauke harganya mencapai Rp 82.500/Kg.

Bencana banjir yang merendam sentra produksi bawang merah di Kabupaten Brebes awal tahun ini jadi faktor pemicu menurunnya produksi dan membuat stok di pasaran menipis.

Cuaca ekstrem membuat 616 hektare lahan tanaman bawang merah di Brebes terendam banjir. Bayangkan saja jika menggunakan data produktivitas bawang merah Provinsi Jawa Tengah pada 2018 sebesar 9,62 ton/ha maka ada setidaknya 5.926 ton bawang merah yang terdampak banjir.

Harga bawang merah yang terlampau tinggi juga memicu kelangkaan bibit bawang merah. Jika petani tak mendapatkan bibit, maka mereka tak bisa bercocok tanam dan ke depan produksi bawang merah juga terancam menurun. Jelas hal ini harus diperhatikan dengan serius.

Untuk jenis komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga adalah daging ayam ras segar. Per pekan ini, harga daging ayam per kilonya sudah mencapai Rp 30.000. Hari ini harga daging ayam naik lagi Rp 550 (+1,76%) ke Rp 31.850/Kg.

Harga daging ayam tertinggi dijumpai di Pasar Tradisional Kota Bukittinggi yang mencapai Rp 43.250/Kg. Harga daging ayam ras segar di Kabupaten Sumbawa juga sudah berada di atas Rp 40.000/Kg.

Dalam periode harian, harga dua komoditas ini juga mengalami kenaikan. Harga bawang merah naik 0,3% dan harga daging ayam ras segar naik 1,8%. Selain bawang merah dan daging ayam, harga sembako lain yang naik pada hari ini adalah minyak goreng, cabai merah hingga bawang putih.

Sementara itu, komoditas lain cenderung mengalami penurunan harga. Komoditas yang paling anjlok harganya di sepanjang bulan ini adalah cabai merah keriting dan cabai rawit merah yang masing-masing anjlok 10,9% dan 9,2% sejak 4 Mei 2020.

Untuk hari ini . Harga sudah turun ke bawah Rp 18.000/Kg, tetapi masih sangat jauh dari harga eceran tertinggi (HET) di konsumen akhir yang dipatok pemerintah di Rp 12.500/Kg.

Selain memasuki 10 hari terakhir Ramadan, hari ini juga bertepatan dengan H-2 pencairan tunjangan hari raya (THR) untuk PNS dan TNI/POLRI. Pencairan THR untuk PNS dan POLRI yang dijadwalkan paling lambat Jumat ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan uang THR PNS akan cair pekan ini.

“THR (dicairkan) diharapkan serentak, paling lambat adalah pada hari Jumat ini tanggal 15 ini,” ujar Menteri Keuangan melalui teleconference, Senin (11/5/2020).

Anggaran THR PNS untuk tahun ini telah disiapkan pemerintah sebesar Rp 29,382 triliun. Anggaran ini terdiri anggaran untuk PNS Pusat, PNS Daerah dan Pensiunan PNS yang totalnya berjumlah 8,2 juta jiwa.

THR dicairkan dengan harapan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi sulit seperti sekarang ini akibat wabah. Namun Bank Indonesia (BI) meramal deflasi akan terjadi pada bulan ini. Sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya di masa-masa Ramadan seperti sekarang ini.

Survei Pemantauan Harga yang dilakukan oleh BI hingga pekan pertama, diperkirakan tidak ada inflasi pada Mei 2020. Justru diramal terjadi deflasi -01% secara bulanan (month-om-month/mom).

Penyumbang utama deflasi, lanjut laporan BI, antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras (-0,08%), bawang putih (-0,04%), cabai merah (-0,03%), cabai rawit (-0,03%), kangkung, bayam, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01%.

Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang inflasi yaitu bawang merah (0,03%), daging ayam ras (0,02%), jeruk dan air minum kemasan masing-masing sebesar 0,01%.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: