Sri Mulyani: Perusahaan Besar Sampai Warteg Terimbas Corona

Pemerintah bakal mengucurkan bantuan produktif kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), di mana para pelaku usaha mikro akan menerima bantuan tunai senilai Rp 2,4 juta. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Covid-19 ini berbeda dengan krisis moneter yang dihadapi tahun 1997 – 1998.
Di mana pada saat krisis moneter yang terdampak adalah bank besar, bank kecil, dan juga perusahaan besar yang bangkrut. Saat krisis tahun 2008 – 2009 gejolak yang terjadi juga di pasar uang yang berkaitan dengan nilai tukar.

“Karena ini virus yang kena orang, orang nggak bisa keluar, warung kecil yang biasa jual warung tegal, tukang bakso, tukang sate, nggak bisa jualan nggak bisa karena pasar nggak bisa buka,” kata Sri Mulyani dalam diskusi virtual Tokopedia, Senin (17/8/2020).

Memasuki jatuhnya usaha kecil, maka pemerintah bergerak memberikan bantuan ke UMKM. “Mereka butuh bantuan, makanya kita keluarkan bantuan presiden produktif Rp 2,4 juta fresh money, diharapkan bisa menjadi modal baru mereka. Kita identifikasi 9 -12 juta (usaha mikro).”

Selain itu yang mendapatkan pinjaman direlaksasi, di mana bunganya ditanggung oleh pemerintah. Penerima manfaat dari relaksasi ini sebanyak 40 – 50 juta UMKM termasuk koperasi. Selain itu pajak bagi UMKM juga dibebaskan karena saat ini omset dari UMKM sedang anjlok.

“Pemerintah berpikir mereka bayar pajak 0,5% dari omzet, sekarang nggak ada omset, ya nggak usah dipajak. Maka semua dibebaskan ditanggung pemerintah,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah mencoba memberikan banyak sekali dukungan kepada UMKM agar mereka bisa bertahan. Permasalahannya saat ini adalah dengan adanya Covid-19 adalah konsumsi menjadi melemah, maka pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi.

Upaya pemerintah meningkatkan konsumsi adalah dengan bantuan sosial, sehingga mereka bisa membeli produk-produk dari UMKM. “Nah waktu kemarin bulan-bulan April, krisis APD, masker, sekarang semua UKM membuat masker, hand sanitizer, dan diharap produk ini bisa diserap masyarakat,” katanya.

Kunci Gotong Royong

Sri Mulyani memaparkan dalam menghadapi pandemi corona (Covid-19) ini Indonesia memiliki modal besar yang disebut semangat gotong royong. Menurutnya di masa-masa pandemi ini banyak masyarakat yang saling membantu dengan memberikan bantuan semampunya.

“Orang-orang letakkan (bahan makanan) di pagarnya silahkan ambil seperlunya ada mie instan dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Dalam situasi sulit seperti saat ini semangat gotong royong yang menjadi budaya Indonesia makin nampak. Budaya gotong royong yang dimiliki bangsa Indonesia bahkan gaungnya sampai keluar negeri.

Selama 12 tahun ia pernah tinggal di luar negeri menurutnya setiap berkenalan dengan orang asing dan mengetahui dirinya berasal dari Indonesia, mereka akan menyebut orang Indonesia adalah orang baik. Menurutnya sosial masyarakat kita adalah keharmonisan.

“Anak-anak muda crowdfunding, itu selalu ada, mereka tahu di dalam keluarga masing-masing mereka tidak hidup menjadi dirinya sendiri. Mayoritas orang kita itu orang baik, saya anggap sosial capital,” paparnya.

Modal sosial yang dimiliki orang Indonesia bahkan sudah pernah disampaikan oleh Presiden Soekarno yang disebut dengan semangat gotong-royong di dalam pidato politiknya. Semangat ini sudah muncul sejak kelahiran Republik Indonesia.

“Capital dari masyarakat, kita tugasnya terus memelihara, menjaga, dan menyuburkan, itu harganya priceless,” tuturnya.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: