Target BLT Cair Sebelum Lebaran

Pemerintah menargetkan dapat menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai (BLT) sebanyak dua kali sebelum Hari Raya Idul Fitri. Ini artinya warga yang berhak akan mendapatkan dana Rp1,2 juta sebelum lebaran nanti.

“Sebelum lebaran kami berharap sebagian penerima bansos sudah mendapatkan dua kali, jadi dua kali Rp600 ribu,” ungkap Menteri Sosial Juliari Batubara, Rabu (13/5).

Diketahui, pemerintah memberikan BLT bagi masyarakat yang terdampak virus corona sebesar Rp600 ribu sebanyak tiga kali. Secara total, keluarga penerima manfaat bakal mendapatkan total BLT sebesar Rp1,8 juta.

Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat diselesaikan sebelum Lebaran. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait akurasi data penerima bansos.

Sejauh ini, pemerintah telah mengucurkan BLT untuk tahap pertama. Menurut Juliari, proses pembagian BLT tak sama untuk masing-masing daerah.

“Ini tidak bisa merata, mungkin Bogor lebih mudah jadi bisa cepat dibagi dua kali atau dua tahap. Namun, berbeda kalau daerah yang medannya sulit,” kata Juliari.

Selain itu, pemerintah juga masih terus memperbaiki data masyarakat yang berhak menerima BLT. Juliari mengakui sejumlah pemerintah kabupaten atau pemerintah kota menarik kembali data yang sebelumnya sudah diberikan ke pemerintah pusat.

“Ada yang sudah kirim data, tapi minta dikembalikan lagi karena ada data yang belum masuk, ada cukup banyak yang menarik datanya,” jelas Juliari.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan realisasi penyaluran BLT dana desa sejauh ini baru 10 persen dari total dana yang dianggarkan sebesar Rp21 triliun-Rp22 triliun. Ini artinya, pemerintah baru mengucurkan BLT Dana Desa sekitar Rp2,2 triliun.

“Saya cek, misalnya BLT Dana Desa itu yang diterima baru 10 persen. Jadi, masyarakat masih menunggu dan menanyakan pada aparat desa,” kata Jokowi.

Ia mengakui penyaluran bansos memang belum 100 persen. Dalam hal ini, pemerintah menyalurkannya secara bertahap.

Jokowi berharap seluruh bansos yang diberikan pemerintah bisa menjangkau 55 persen dari total penduduk Indonesia, baik yang kurang mampu dan memang terdampak penyebaran virus corona. Beberapa bansos yang dimaksud, antara lain program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, dan BLT dana desa.

Sementara untuk bansos non reguler yakni bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sembako khusus Jabodetabek. Bansos sembako ini sasarannya adalah 1,3 juta untuk DKI Jakarta dan 600 ribu lainnya untuk Bodetabek selama tiga bulan.

Dimana nilai bantuannya sebesar Rp600 ribu dengan dua kali penyaluran setiap bulan. Jadi setiap penyaluran nilainya Rp300 ribu per paketnya. “Tahap pertama kita sudah selesaikan beberapa hari yang lalu yaitu Jakarta sudah selesai semua. Dan hari ini kita mulai Bodetabek 600 ribu KK dengan mekanisme yang sama pula pula yaitu dua kali penyaluran per bulan dan indeks Rp600 ribu,” jelasnya.

Jika setiap bulan ada dua kali penyaluran maka akan ada enam kali penyaluran bantuan sembako. Juliari menyebut bahwa Presiden Jokowi ingin dua kali penyaluran hanya dalam bentuk beras saja.

“Dari enam kali tahapan penyaluran itu dibagi empat kali penyaluran dalam bentuk paket sembako dan dua kali penyaluran dalam bentuk beras. Yang beras ini dilakukan ditugasi adalah Bulog. Sehingga nanti ada yang empat tahap dengan sembako, dua tahap dengan Bulog,” tuturnya.

Sementara bansos non reguler lainnya yakni BLT sebesar Rp600 ribu untuk 9 juta KK masih belum maksimal penyalurannya. Pasalnya pemerintah masih terus melakukan sinkronisasi dengan pemda terkait data penerima BLT ini.

Progresnya untuk tahap pertama yang melalui Bank Himbara masih sekitar Rp471,2 miliar atau kurang dari 9%. Sementara yang melalui Kantor Pos per hari ini sedang berlangsung berjumlah untuk 1,8 juta KK.

“Jadi kalau kita tambah antara yang melalui Bank Himbara melalui rekening transfer langsung sebesar 785 ribu KK. Kemudian yang melalui Kantor Pos untuk tahap ini sebesar kurang lebih 1,8 juta KK. Kalau kita tambahkan per 9 Mei, kita harapkan bisa disalurkan untuk 2,6 juta KK,” pungkasnya.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: