Trump Ancam Tiongkok dengan Tarif Baru Pada Tiongkok

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia mengancam tarif baru bagi China dan perjanjian perdagangan dengan China sekarang menjadi kepentingan kedua bagi pandemi virus corona.

Mengutip Reuters, Jumat (1/5), retorika Trump yang tajam terhadap China mencerminkan rasa frustasinya yang semakin besar dengan China atas pandemi corona yang telah menyebabkan puluhan ribu nyawa di Amerika Serikat melayang, dan memicu kontraksi ekonomi dan mengancam peluangnya untuk terpilih kembali dalam pemilihan presiden November mendatang.

Dua pejabat Amerika Serikat yang enggan disebut namanya mengungkapkan sejumlah pilihan terhadap China sedang dibahas, tetapi memperingatkan bahwa upaya-upaya itu masih dalam tahap awal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia mengancam tarif baru bagi China dan perjanjian perdagangan dengan China sekarang menjadi kepentingan kedua bagi pandemi virus corona.

Mengutip Reuters, Jumat (1/5), retorika Trump yang tajam terhadap China mencerminkan rasa frustasinya yang semakin besar dengan China atas pandemi corona yang telah menyebabkan puluhan ribu nyawa di Amerika Serikat melayang, dan memicu kontraksi ekonomi dan mengancam peluangnya untuk terpilih kembali dalam pemilihan presiden November mendatang.

Dua pejabat Amerika Serikat yang enggan disebut namanya mengungkapkan sejumlah pilihan terhadap China sedang dibahas, tetapi memperingatkan bahwa upaya-upaya itu masih dalam tahap awal.

The Washington Post, mengutip dua orang yang mengetahui tentang masalah ini, melaporkan pada Kamis 930/4) bahwa beberapa pejabat tengah mendiskusikan gagasan untuk membatalkan secara masif sebagian utang AS yang dipegang China sebagai cara untuk menyerang Beijing karena dianggap kekurangan dalam kejujurannya pada pandemi Covid-19.

Namun, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow membantah laporan itu.

Ditanya apakah dia akan mempertimbangkan agar Amerika serikat menghentikan pembayaran kewajiban utangnya sebagai cara untuk menghukum Beijing, Trump mengatakan: “Ya, saya bisa melakukannya secara berbeda. Saya dapat melakukan hal yang sama, tetapi bahkan untuk lebih banyak uang dengan hanya mengenakan tarif. Jadi saya tidak perlu melakukan itu.”

Trump menandatangani kesepakatan dagang fase pertama bernilai miliaran dolar dengan China pada Januari 2020 yang memangkas beberapa tarif AS atas barang-barang hina sebagai imbalan atas janji China untuk membeli lebih banyak produk pertanian, energi dan barang-barang manufaktur dari AS dan mengatasi beberapa keluhan AS tentang praktik hak kekayaan intelektual.

Wabah virus korona sejauh ini telah menewaskan lebih dari 230 ribu orang dan memaksa lebih dari setengah umat manusia untuk hidup di bawah semacam penguncian wilayah atau lockdown. Kondisi tersebut telah melumpuhkan ekonomi.

Virus itu diyakini berasal dari sebuah pasar di Kota Wuhan, Tiongkok, akhir tahun lalu.

Pasar tersebut menjual hewan liar untuk dikonsumsi manusia. Namun, spekulasi telah menyasar ke laboratorium rahasia di kota tersebut.

Saat ditanyakan apakah dia telah melihat sesuatu yang membuatnya sangat yakin bahwa Institut Virologi Wuhan adalah sumber dari wabah tersebut, Trump menjawab, “Ya, sudah”.

Ketika ditanyakan kembali oleh wartawan di Gedung Putih mengenai rincian keyakinannya tersebut, Trump mengatakan, “Saya tidak bisa memberi tahu Anda tentang itu”.

Terkait laporan bahwa dia bisa membatalkan kewajiban utang AS ke Tiongkok, Trump mengatakan dia bisa “melakukannya secara berbeda” dan bertindak yang mungkin sedikit lebih jujur.

“Saya bisa melakukan hal yang sama tetapi bahkan untuk lebih banyak uang, hanya mengenakan tarif,” katanya.

Meskipun gencatan senjata dalam perang dagang yang sudah berlangsung lama antara Washington dan Beijing tercapai pada Januari, tarif sudah diberlakukan pada dua pertiga perdagangan antara kekuatan ekonomi tersebut.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: