Suasana haru haru mewarnai kedatangan Gibran Rakabuming Raka Dan Teguh Prakosa Ke Kediaman Achmad Purnomo

Suasana haru haru mewarnai kedatangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa ke kediaman Achmad Purnomo, Kamis (3/9) sore. Saat memberikan sambutannya Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo dan bakal calon wakil wali kota Teguh Prakosa sampai menitikkan air mata.

FX Hadi Rudyatmo mengawali pembicaraan dengan menyampaikan maksud kedatangan dirinya bersama Gibran-Teguh. Dengan nada yang berat, FX Rudy menyampaikan maksud dan kedatangannya ke rumah Purnomo.

“Kedatangan kami ke sini minta doa restu untuk besok pagi akan mendaftar ke KPU. Kita juga minta petuah untuk mas Gibran dan Teguh yang akan melanjutkan kepemimpinan di Kota Solo,” kata Rudy.

“Pak Purnomo ini salah satu tokoh di Solo yang saya hormati dan saya idolakan. Itu kenapa saya bilang, setelah mendapatkan rekomendasi pak Pur yang saya sowani. Tapi saat itu pak Pur sedang tidak ada di rumah,” kata Gibran.

Gibran juga menyampaikan maaf, bila ada kata atau tingkah yang keliru atau salah yang ia dan relawan lakukan.
“Saya ingin sekali pak Purnomo bergabung di tim pemenangan sebagai penasehat. Saya yakin kehadiran bapak akan sangat berarti,” tambahnya.

Suasana haru kembali saat Teguh Prakosa memberikan sambutan. Meski hanya meminta doa restu, namun mantan Ketua DPRD Solo itu sempat terhenti bicara dan menitikkan air mata.

Sementara itu Purnomo yang membalas sambutan para tamunya terlihat lebih tegar.
“Baru kali ini saya kedatangan calon wali kota dan wakil wali kota. Terlebih calonnya adalah putra presiden,” terangnya.

Purnomo juga memberikan sejumlah petuah untuk Gibran dan Teguh. Dia juga siap memberikan masukan jika keduanya terpilih dan dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota nanti.

“Mudah mudahan kedepannya kota Solo menjadi contoh nasional dan internasional. Meski kota kecil, tapi Solo ini jantungnya Indonesia. Terakhir kita doakan, semoga lancar, selamat mendaftar ke KPU, lancar. Ini beruntung saya tidak sampai ikut menangis,” pungkas Purnomo.

Dalam pertemuan itu, Purnomo sebagai senior tak lupa memberikan pesan untuk pasangan Gibran-Teguh.

“Ada 3 pesan yang kami sampaikan, jika nanti mas Gibran dan Pak Teguh terpilih menjadi wali kota,” ujar Purnomo.

Yang pertama, terkait visi dan misi. Ia minta visi misi wali kota yang lama agar diteruskan dan menjadi lebih baik.

Terutama terkait kepedulian untuk rakyat kecil, UMKM dan memajukan Kota Solo tanpa meninggalkan predikat sebagai kota budaya.

Ia juga menyinggung terkait pembangunan Masjid Taman Sriwedari.

“Saya juga pesan agar pembangunan Masjid Taman Sriwedari bisa diperjuangkan. Seperti apa yang dijanjikan pak Jokowi kepada kepada saya dan Pak Rudy. Pak Jokowi berjanji akan membantu,” katanya.

Selanjutnya, dikatakan Purnomo, ia minta agar nantinya Gibran dan Teguh mau mendengarkan nasihat, masukan maupun kritikan dari masyarakat, tokoh maupun ulama saat sudah menjadi wali kota. Apalagi, menurutnya semua masukan tersebut demi kebaikan dan kemajuan Kota Solo.

“Saya yakin mas Gibran sudah lebih tahu, jadi belum tentu butuh nasihat kita. Tapi kalau diminta sebagai warga negara, sebagai tokoh masyarakat kalau diperkenankan memberikan saran pasti kita lakukan,” katanya.

Baik Gibran maupun Teguh sangat mengapresiasi nasihat tersebut. Gibran mengaku selama ini sudah memulai dan melakukan apa yang diminta Purnomo. Selain peduli rakyat kecil, ia juga sering memperhatikan dan membina UMKM.

“Yang jelas, program-program yang sudah berjalan sekarang harus bisa diteruskan dan bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Terkait kelanjutan pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang baru mencapai 80 persen, Gibran berjanji untuk melanjutkan. Namun, ia yakin, masjid tersebut akan diselesaikan oleh kepemimpinan Rudy-Purnomo.

“Yang jelas Masjid Taman Sriwedari ini menjadi legacy-nya pak Rudy dan pak Purnomo,” pungkas Gibran

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: