Abdul Kadir Karding menilai Gatot Nurmantyo Gelisah Tak Dapat Panggung Jadi Capres

Abdul Kadir Karding selaku Anggota Komisi I DPR RI menilai apa yang disampaikan Gatot merupakan persepsi subjektif. Dia menuturkan, pernyataan Gatot itu muncul karena kegelisahan tak bisa tampil di panggung politik formal karena gagal menjadi calon presiden.

Gatot Nurmantyo Mantan Panglima TNI bicara proxy war, oligarki, hingga pemimpin boneka ketika deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Meski, Gatot tidak menunjuk siapa yang tengah disindirnya.

Politisi PKB Abdul Kadir Karding ini mengatakan, proxy war sudah diantisipasi oleh pemerintah. Melalui Kemenhan dan BIN. Termasuk kekhawatiran perang biologis.

“Itu juga sekarang ini oleh pemerintah Jokowi sudah disiapkan segala hal untuk antisipasi ke depan. Termasuk penelitiannya, infrastrukturnya, dan sebagainya itu hasil rapat-rapat Menhan, Panglima TNI dan juga BIN,” kata Karding. Dia membantah pemerintahan yang dikelola oleh sekelompok orang. Ditegaskan bahwa pemerintahan berjalan berdasarkan konstitusi.

“Kalau dikatakan pemerintahan ini hanya dikelola sekelompok orang, saya kira juga tidak benar. Bahwa negara dan pemerintahan ini telah berjalan mendasarkan diri pada konstitusi,” ujar Karding.

Karding mengatakan, pemerintahan dijalankan presiden dan menterinya dari banyak unsur. Tidak hanya partai politik, tetapi profesional hingga representasi ormas. Mekanisme check and balance dengan legislatif dan lembaga lain pun berjalan.

“Jadi kalau disebut ada semacam oligarki kok menurut saya kok faktanya enggak tepat ya. Yang ada adalah kita sedang membenahi demokrasi kita, agar semua orang atau lembaga yang terlibat dalam pengelolaan negara semakin hari tradisi pengelolaan negaranya semakin baik dan arahnya untuk kemaslahatan,” pungkasnya.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: