Andi Arief Tak Setuju Ira Koesno Jadi Moderator Debat Pilpres

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan moderator untuk debat pertama Pilpres 2019. Dua nama yang menjadi moderator itu adalah Ira Koesno dan Imam Priyono.

Namun, dipilihnya Ira Koesno mendapatkan keberatan dari salah satu kubu pengusung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andi Arief.

“Saya kaget Ira Koesno jadi moderator,” demikian pesan singkat Andi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (28/12).

Ada dua alasan yang membuat Wasekjen Partai Demokrat itu mengungkapkan keberatannya. Pertama, menurut Andi, Ira Koesno pernah melakukan tindakan tak adil saat menjadi moderator dalam debat Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Dia melakukan apa yang bukan tugasnya sebagai moderator. Dia seperti ditugaskan untuk memberi kesan negatif pada salah satu paslon,” kata Andi. Namun Andi tak menyebut pasangan calon yang diberi kesan negatif tersebut.

Hal yang kedua, Andi mengaku mendapatkan informasi bahwa sejumlah proyek pencitraan beberapa lembaga pemerintahan saat ini memakai Ira Koesno sebagai konsultan.

“Kalau benar, maka sulit bagi Ira Koesno untuk tidak memihak. Ira Koesno harus menjelaskan soal ini dan jujur,” tekan Andi Arief.

Mantan staf khusus presiden RI pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu pun mengimbau jika Ira tak dapat menjelaskan dua alasan tersebut, Andi pun mengimbau agar KPU mencari gantinya.

“Saya mengusulkan Ira Koesno diganti. Kita cari yang tak pernah ada cacat dalam menjadi moderator dan tidak ada conflict of interest,” ujar Andi.

Ira Koesno belum memberikan tanggapan pada tudingan Andi Arief ini.

Ira Koesno Moderator Debat Pilpres, Andi Arief Imbau DigantiIra Koesno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Lebih lanjut, Andi pun mengusulkan sosok yang mumpuni untuk mengganti Ira Koesno adalah Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi.

“Saya mengusulkan diganti Rosiana Silalahi. Dia kelihatan netral saat ada kesempatan mewawancara Prabowo dan Jokowi. Dia masih punya sikap adil,” ujar Andi.

Soal pengajuan nama Rosiana pun diungkap Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Tetapi pihak TKN, kata Dahnil, malah keberatan dengan usulan nama tersebut.

“Awalnya kami sih mengusulkan sesuai dengan media yang jadi pelaksana. Misalnya Kompas TV. Kompas yang kami sarankan karena lebih senior ya bagusnya Mbak Rosi. Kemudian TKN keberatan nama Rosi, ya sudah,” kata Dahnil di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (28/12).

Dahnil tak menjelaskan alasan pihak TKN menolak nama Rosi saat pihaknya menyampaikan opsi itu. Baru setelah itu pihak TKN, kata Dahnil, mengusulkan nama lain, yakni Ira Koesno untuk menjadi salah satu moderator dalam debat pilpres yang sekiranya akan digelar dua pekan lagi itu. Dahnil pun mengaku, pihaknya langsung menerima usulan nama yang diajukan oleh TKN itu.

“TKN mengusulkan Mba Ira Koesno, kami tidak ada masalah dengan Mba Ira. Kami terima,” kata dia.

Sebelumnya, pada siang tadi Ketua KPU Arief Budiman mengatakan Ira Koesno dan Imam Priyono disetujui jadi moderator debat pertama Pilpres yang bakal digelar pada 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Ira Koesno adalah mantan presenter berita di Liputan 6 SCTV. Setelah tak lagi menjadi presenter berita, Ira kini diketahui membangun konsultan humas: Irakoesnocommunications. Ia diketahui pernah menjadi moderator debat antarkandidat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sementara itu, Imam Priyono diketahui sebagai praktisi media dari TVRI. Pria kelahiran 1980 ini sering membawakan siaran berita pagi di stasiun televisi pelat merah tersebut.

Pada debat pertama mendatang akan disiarkan langsung empat media massa elektronik yakni TVRI, RRI, Kompas TV, dan RTV. Sementara itu, media massa lain bisa merelainya.

Debat perdana tersebut akan mengangkat tema soal hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: