Batasi Penyebaran Covid-19, Penerbangan Dipersingkat

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa pengurangan periode operasional diharapkan untuk memaksimalkan pengawasan kesehatan dan pemeriksaan keamanan di bandara.PT Angkasa Pura II, telah mulai memangkas jam operasional bandara di negara itu dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus corona novel yang telah menewaskan 181 orang di negara, kata seorang pejabat pada hari Jumat.

Jam operasional baru telah diterapkan di bandara internasional Soekarno-Hatta di provinsi Banten dan bandara lain di bawah pengelolaan perusahaan milik negara,Soekarno-Hatta melakukan penyesuaian pola operasional. Dengan melakukan pembatasan operasional di terminal, maka alur penumpang di keseluruhan bandara otomatis lebih sederhana dan membuat pemeriksaan keamanan serta pengawasan kesehatan dapat lebih optimal.

Pola penyesuaian operasional seperti di Soekarno-Hatta ini juga sudah diterapkan di bandara bandara lain di bawah PT Angkasa Pura II.

Saat ini, diterapkan empat kategori status operasional bandara PT Angkasa Pura II. Yakni, Normal Operation, Slow Down Operation, Minimum Operation dan Terminate Operation.

Masing masing kategori status operasi bandara menunjukkan jumlah personel, jam operasi, dan sumber daya yang beroperasi mengelola bandara dalam masa wabah COVID-19 ini.

Adapun fasilitas yang dapat diminimalkan guna pengkondisian dan penyederhanaan alur penumpang adalah yang non-prioritas seperti misalnya lift, travellator, eskalator, lampu penerangan dan lain sebagainya.

Terkait dengan penyesuaian pola operasional ini, PT Angkasa Pura II juga memberlakukan optimalisasi SDM Operasional, di mana diberlakukan sistem roster dinas bagi karyawan yang bertugas dalam mendukung operasional bandara.

“Adanya sistem roster ini membuat karyawan di operasional bandara bisa memiliki waktu bekerja di rumah sehingga risiko terpapar virus berkurang.

Slow Down Operation juga diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Sultan Iskandar Muda di Aceh, Kualanamu di Deli Serdang, Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang. Juga di Fatmawati Soekarno di Bengkulu, HAS Hanandjoeddin di Belitung, Sultan Thaha di Jambi, Husein Sastranegara di Bandung, Banyuwangi, Supadio di Pontianak, Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kertajati di Majalengka, Raden Inten di Lampung, Depati Amir di Pangkalpinang dan Halim Perdanakusuma di Jakarta.

R Segara
%d blogger menyukai ini: