Belasan Ribu Eksemplar Indonesia Barokah Ditahan Kantor Pos

Ratusan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah sudah tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Belasan ribu eksemplar lainnya tertahan di Kantor Pos Palembang dan belum diedarkan.

Kepala Kantor Pos Indonesia Merdeka Palembang Risdayati mengatakan pihaknya menahan pengiriman 76 koli berisi belasan ribu eksemplar tabloid Indonesia Barokah. Penahanan pengiriman tersebut sesuai instruksi dari Kantor Pos pusat, Bawaslu Kota Palembang, dan Bawaslu Sumsel.

“76 kantong pos itu isinya 2.000 lebih sampul. Satu sampul jumlah eksemplarnya bervariasi, ada yang 3 sampai 5 eksemplar, bahkan ada yang lebih,” ujar Risdayanti, Selasa (29/1).

Tidak ada identitas pengirim dalam paket itu, hanya tertera dalam sampul Redaksi Tabloid Indonesia Barokah yang berlokasi di Pondok Melati, Bekasi. Identitas pengirim tidak diketahui karena pengirim menggunakan jasa pengiriman biasa menggunakan perangko.

Kantor Pos Palembang merupakan kantor sentral distribusi pengiriman pos ke wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Belasan ribu eksemplar tabloid tersebut ditujukan ke berbagai masjid dan pondok pesantren di Sumsel, Bengkulu dan Jambi.

“Kantor kami merupakan kantor sentral distribusi. Setelah kami terima paket dari kantor pusat, maka paket-paket ini kami pilah-pilah dan kami segera teruskan ke cabang-cabang di Sumsel, Bengkulu dan Jambi,” kata dia.

Risda mengatakan paket serupa pernah diterima Kantor Pos Indonesia di Jalan Merdeka, Palembang. Pihaknya sudah mengirimkan paket tersebut ke tujuannya karena sebelumnya tidak ada instruksi untuk penahanan pengiriman.

Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto mengatakan berdasarkan data pihaknya, ratusan eksemplar tabloid tersebut sudah tersebar di Sumsel.

Sebanyak tiga eksemplar ditemukan di Ogan Komering Ulu (OKU), 61 eksemplar di OKU Timur, 5 eksemplar di OKU Selatan, 90 eksemplar di Prabumulih, 60 eksemplar di Musi Rawas, dan 51 eksemplar di Lubuk Linggau, dan di Lahat yang masih dalam proses penghitungan.

“Kami berkoordinasi dengan Kantor Pos mengenai pengiriman yang baru ini. Pengiriman yang pertama sudah terlanjur tersebar dan yang kedua ini diterima di Kantor Pos Palembang Jumat (25/1) kemarin dan sudah ditahan penyebarannya,” ujar Iin.

Iin mendapat instruksi dari Bawaslu RI untuk menahan penyebaran tabloid tersebut. Pihaknya siap menerima laporan masyarakat ataupun peserta pemilu terkait adanya pelanggaran di tabloid Indonesia Barokah.

“Saat ini juga, Bawaslu RI tengah berkoordinasi dengan Dewan Pers terkait tabloid ini. Kalau ada yang merasa dirugikan atas konten tabloid ini maka silahkan lapor,” ujar dia.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: