Belum Sadar Diri, Rizal Ramli Ingin Gantikan Jokowi?

Sepertinya berulang kali dicopot jabatan menteri dengan beragam era kepemimpinan, belum membuat Rizal Ramli sadar diri. Justru semakin terus menyinyir kebijaksanaan dan keputusan pemerintah.

Terlebih disodorkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sebenarnya, Presiden Jokowi bersama menteri dan jajarannya sudah melaksanakan beberapa program. Beberapa program yang diperkenalkan terbagi menjadi dua kategori.

Yaitu program non reguler (4 program) dan program reguler (3 program). Seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Bantuan Sosial Sembako, Bantuan Sosial Tunai, pembebasan biaya listrik, kartu Prakerja, penambahan peserta Program Keluarga Harapan, kartu sembako dan lainnya.

Akan tetapi, pemerintah dianggap belum serius mengatasi dampak pandemi Covid 19. Demikian dinilainya terlihat dari stimulus yang digelontorkan. Belum sampai ke tingkat masyarakat bawah. Indonesia sudah krisis. Bahkan jauh sebelum wabah Covid 19 terjadi. Begitu ada wabah asal Wuhan, China, kondisinya makin anjlok.

Ekonomi Indonesia sudah terjadi resesi. Terbukti dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Yaitu hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. Indonesia sebenarnya masih memiliki kemampuan membawa bangsa keluar dari krisis dalam satu tahun.

Sisi kesehatan pun sama. Angka positif Covid 19 dan jumlah kematian bertambah setiap harinya. Bukti dari penanganan pemerintah belum serius.
Usai sindir Jokowi, dilanjut sindirannya ke Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Yang mana merekomendasikan ke masyarakat untuk menggunakan kalung anti corona.

Kalungnya termasuk abal – abal. Untuk selesaikan masalah kesehatan harus pakai sains bukan voodoo medicine atau ilmu dukun. Bukan malahan pakai kalung abal – abal eucalyptus.

Jika dirinya diberi tugas menyelesaikan masalah krisis, ekonomi nasional dalam satu tahun ke depan akan positif. Pengalaman menjadi menteri di masa lalu bisa jadi modalnya.

Yang mana bisa menaikkan ekonomi nasional dari minus ke positif. Sedangkan langkah pemerintah kini justru terus menaikkan jumlah stimulus Covid 19 sampai ratusan triliun ditujukan lebih banyak untuk pengusaha. Padahal, seharusnya lebih banyak diberikan uang tunai ke rakyat. Sangat terbilang amatir baginya.

Sudah 6 bulan, tapi belum banyak yang bantu ekonomi rakyat. Anehnya stimulusnya terus naik dari Rp 600 triliun ke Rp700 triliun. Lagi – lagi solusi yang ditawarkan adalah promosi dirinya sendiri. Hanya dengan kasih Rizal Ramli pimpin satu tahun, beres krisisnya. Lantas berarti sepertinya dirinya ingin singkirkan Jokowi. Rizal Ramli ingin gantikan Jokowi?

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: