Benny Tjokro Sebut Bakrie Group Dalam Korupsi Jiwasraya

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menyebutkan alasan pemeriksaan Bakrie Group dari pernyataan terdakwa Benny Tjokro menyebut-nyebut nama Bakrie Group. Tim penyidik Kejaksaan Agung, kata Febrie, bergerak cepat menindaklanjuti pernyataan terdakwa Benny Tjokrosaputro.

Munculnya nama Bakrie Group dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya disampaikan terdakwa Benny Tjokrosaputro di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Saat itu, Benny Tjokro mempertanyakan mengapa Bakrie tidak dikejar dalam pengusutan kasus korupsi Jiwasraya.

“Ini kan sudah terbuka di persidangan, kita ikuti dan lihat saja prosesnya, yang jelas kita tidak berhenti sampai di sini,” tutur Febrie saat ditemui di Kejaksaan Agung, Kamis (25/6/2020).

Febrie menjelaskan pihaknya akan mencari alat bukti yang menguatkan informasi Benny Tjokro terkait keterlibatan Bakrie Group dalam korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Kita akan lihat alat buktinya dulu. Kita akan berhati-hati dan mencari petunjuk sejauh mana korporasi atau seseorang keterlibatannya dengan pelaku utama. Kita tidak mau berasumsi, tetapi akan melihat alat bukti,” kata Febrie.

Aliran Dana
Sebelumnya, terdakwa Benny Tjokrosaputro “bernyanyi” di pengadilan soal adanya keterlibatan Bakrie Group dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Komisaris Utama PT Hanson International Tbk menyampaikan grup itu berkontribusi dalam kerugian negara pada perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Itu ada cost of money-nya 10 persen per tahun, berarti kalau 12 tahun kan 120 persen, itu baru bunganya saja. Ini bunga flat aja, 120 persen dari Rp6,7 triliun. Bukannya Rp8 triliun? Nah Rp8 triliun ditambah Rp6,7 triliun bukannya Rp14,7? Itu baru yang flat. Kalau bunga berbunga bukannya bisa jadi Rp16-17 triliun. Bolongnya dari mana sudah tahu kan? Ya bolongnya dari Bakrie itu mayoritasnya. Harusnya yang dikejar itu pihak Bakrie,” kata Benny.

Sinyal penelusuran dugaan keterlibatan Bakrie Group dalam korupsi Jiwasraya juga diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejakgung, Hari Setiyono. Menurutnya, nyanyian terdakwa Benny Tjokrosaputro dalam eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/6/2020) harus ditindaklanjuti.

Benny menyampaikan dugaan aliran dana hasil korupsi PT Asuransi Jiwasraya ke beberapa emiten Bakrie. “Penyampaian soal adanya keterlibatan emiten di Bakrie Group itu menarik sekali ya. Tim penyidik harus memfollow up itu dalam pengembangan kasus korupsi Jiwasraya ini,” tuturnya,

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: