BPN Prabowo Rapat di Solo, PDIP Klaim Jateng Militan Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjamin wilayah Jawa Tengah tetap menjadi basis suara bagi pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Hal itu ia katakan merespons rapat konsolidasi yang digelar tim elite Prabowo Subianto di Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/2), untuk menguasai provinsi itu.

Hasto menjamin pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan memenangkan Pilpres 2019 di Provinsi Jawa Tengah karena angka elektabilitas masih terpaut jauh dengan Prabowo-Sandiaga.

“Karena Jateng sudah bisa dipastikan kemenangan bagi pak Jokowi, saat ini sudah mencapai 67 persen [elektabilitas] bagi pak Jokowi-Amin, dan terus kami pertebal,” kata Hasto di sela-sela Safari Politik PDIP di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (8/2).

Hasto melanjutkan pihaknya justru memanfaatkan momentum para elite tim Prabowo berkumpul di Solo untuk bergerilya meraup suara di Jabar.

Ia mengklaim kondisi saat ini menunjukkan Jokowi-Ma’ruf justru telah mengungguli Prabowo-Sandiaga di Jawa Barat menurut hasil survei internalnya.

“Maka itu malah jadi momentum kami untuk memperkuat di Jabar,” kata dia.

Jawa Tengah selama ini memang dikenal sebagai basis suara PDI Perjuangan. Pada Pilpres 2014, di provinsi itu Jokowi-JK yang diusung PDIP unggul telak dengan 12.959.540 suara (66,65 persen). Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta hanya meraih 6.485.720 (33,35 persen).

Hasto menyatakan Jawa Tengah tak akan mungkin ditaklukan oleh kubu Prabowo. Sebab, kata dia karakter masyarakat Jawa Tengah sangat militan mendukung Jokowi ketimbang Prabowo.

“Ya Jateng itu kita justru semakin militan, saya liat respons masyarakat ketika pak Prabowo datang,” kata dia.

Tak hanya itu, Hasto turut menyatakan masyarakat Jawa Tengah sangat rasional untuk menilai pemimpin di pilpres.

Ia menilai masyarakat Jateng lebih memilih pemimpin yang memberi narasi positif seperti Jokowi, ketimbang pemimpin yang menyebarkan kabar bohong seperti kubu Prabowo-Sandiaga.

“Justru masyarakat [Jateng] menjadi militan karena mereka [Prabowo-Sandiaga] ingin masuk ke Jateng dengan cara seperti itu,” kata dia.

Klaim Dididukung Ulama

Hasto turut mengklaim banyak ulama yang mendukung Jokowi-Ma’ruf seusai Fadli Zon mengeluarkan puisi bertajuk ‘Doa yang Ditukar’.

“Karena banyak ulama yang memprotes keras pak Fadli Zon dengan puisinya yang sangat tak menunjukkan keadaban sebagai pemimpin,” ucapnya.

Melihat hal itu, Hasto menilai masyarakat mulai tersadar untuk kritis terhadap calon pemimpinnya saat ini. Ia pun menyatakan pihaknya tak pernah menyebarkan hoaks seperti yang kerap diutarakan pihak Prabowo-Sandiaga.

“Karena yang jadi perbedaan antara pendukung Jokowi-Amin dan pendukung Prabowo adalah kami sama sekali tak melakukan hoaks,” kata dia.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: