BPN Tegaskan Tak Pernah Arahkan Relawan untuk Kampanye Hitam

Direktur Hukum dan Advokasi BPN Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tidak pernah mengarahkan relawan untuk melakukan kampanye hitam.

Pernyataan itu menanggapi beredarnya video perempuan yang disebut tergabung dalam relawan partai emak-emak pendukung prabowo-sandi (PEPES) Karawang yang sedang berkampanye di Karawang. Dalam video itu, perempuan itu mengatakan bila Jokowi terpilih sebagai presiden, maka nikah sejenis sah, dan suara azan akan dilarang.

“BPN selalu memberikan pembinaan. Selalu memberikan arahan agar tidak melakukan black campaign,” kata Dasco saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/2).
Dasco membenarkan bahwa PEPES merupakan relawan binaan BPN Prabowo sandi. Tapi, dia belum dapat memastikan para pelaku merupakan anggota Pepes.

“Kami akan cek dulu . Apakah memang benar anggota PEPES yang melakukan kampanye hitam atau bukan. Karena bisa aja ada yang berpura-pura atau nyaru-nyaru jadi anggota PEPES,” katanya.

Dia mengatakan, bisa saja ada yang menuduh anggota PEPES. “Tapi belum tahu benar atau enggak. Kami akan cek dulu. Itu benar anggota PEPES atau bukan,” katanya.
Polisi telah mengamankan tiga orang pelaku yang terdapat dalam video itu. Tiga pelaku tersebut berinisial ES (49), IP (45), dan CW (44). Ketiganya kini berada di Mapolda Jabar untuk diperiksa.

Dalam video itu terlihat para perempuan itu meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata dia.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: