BRI Beri Keringanan KUR Rp 1,9 T Pada Pertengahan April

“Restrukturisasi yang diberikan oleh BRI dilakukan dengan tujuan untuk membantu dan meringankan nasabah, karena dampak Covid-19 terhadap masing masing pelaku usaha bervariasi,” kata Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, 29 April 2020.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melanjutkan upaya restrukturisasi terhadap nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terdampak Covid-19.

Hingga pertengahan April 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi pinjaman KUR terhadap lebih dari 125.000 nasabah dengan nilai pinjaman mencapai Rp 1,9 triliun.

“Restrukturisasi yang diberikan oleh BRI dilakukan dengan tujuan untuk membantu dan meringankan nasabah, karena dampak Covid-19 terhadap masing masing pelaku usaha bervariasi,” ujar Supari dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).

Skema restrukturisasi yang telah disiapkan BRI juga beragam, di antaranya perpanjangan jangka waktu kredit/penjadwalan kembali, penundaan angsuran pokok, perubahan skim kredit serta penyesuaian cara angsuran sesuai hasil penilaian bank terhadap penurunan usaha debitur.

Tidak sedikit nasabah UMKM yang menikmati KUR mampu bertahan di tengah pandemi yang terjadi. Di sisi lain, tidak semua pelaku UMKM yang terdampak pandemi mengajukan restrukturisasi.

Supari bilang, BRI juga mencatat banyak para pelaku UMKM yang berupaya memenuhi kewajibannya secara normal meskipun usaha mereka mengalami penurunan.

Restrukturisasi yang dilakukan BRI di tengah pandemik Covid-19 merupakan wujud komitmen perusahaan yang selaras dengan semangat pemerintah untuk melakukan penyelamatan terhadap pelaku UMKM di Indonesia.

Adapun, kebijakan restrukturisasi kredit berdasarkan POJK No.11/POJK.03/2020 berlangsung paling maksimal satu tahun.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: