Caleg Gerindra Andre Rosiade Laporkan Metro TV ke Dewan Pers

Calon anggota legislatif dari Partai Gerindra Andre Rosiade melaporkan Metro TV ke Dewan Pers atas dugaan pelanggaran etika jurnalisme. Menurutnya, Metro TV telah memuat pemberitaan yang tidak sesuai fakta soal penolakan warga Dharmasraya, Sumatera Barat, terhadapnya saat kampanye.

“Hari ini saya melaporkan Metro TV karena memuat pemberitaan terhadap diri saya yang tidak mendasar,” ujar Andre di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Jumat (29/3).

Andre, yang juga menjabat Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengatakan pemberitaan Metro TV bahwa yang menyatakan bahwa dirinya ditolak oleh warga Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, pada Sabtu (23/3), tidak benar.

Ia mengklaim penolakan bukan dilakukan oleh warga Dharmasraya, melainkan oleh sekitar 30 pendukung pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pendukung Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang notabene politikus PDIP.

Pihak Metro TV saat dihubungi CNNIndonesia.com menyatakan bakal terlebih dulu mempelajari substansi pelaporan dari Andre sebelum memberikan respons atau klarifikasi pernyataan resmi.

“Saya harus lihat dulu suratnya. Kebetulan saya belum terima, mungkin masih di sekretaris ya,” ujar Pimpinan Redaksi Metro TV Don Bosco kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/3).

Andre mengklaim Metro TV tidak pernah mengonfirmasi soal penolakan warga itu. Padahal, ia mengaku terus melakukan kampanye di sejumlah daerah di Dharmasraya hingga Minggu (24/3).

Bahkan, ia menyatakan telah meminta pejelasan dari presenter Metro TV Aviani Malik atas pemberitaan itu. Ia berkata Aviani sempat menawarkan hak jawab namun hingga kini tidak ada kelanjutannya.

“Jadi isu yang disampikan oleh Metro TV bahwa saya ditolak warga di Dharmasraya tidak mendasar dan fitnah. Untuk itu saya melaporkan kepada Dewan Pers supaya Metro TV bisa kembali pada relnya,” ujarnya.

Corong Jokowi

Andre menilai Metro TV seperti TVRI pada masa Orde Baru. Ia mengatakan Metro TV saat ini merupakan corong pemerintahan Jokowi.

“Metro TV itu mohon maaf ya, sudah seperti TVRI zaman Orba (Orde Baru), hanya membela Pak Harto (Soeharto) dan pemerintahan masa lalu. Nah sekarang yang terjadi apa, Metro TV corong pemerintahan Pak Jokowi,” ujar Andre.

Ia berharap Metro TV bisa berubah menjadi media yang bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik usai dilaporkan ke Dewan Pers.

Selain ke Dewan Pers, Andre mengaku juga bakal melaporkan Metro TV ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: