Debat Pilpres, Intip Manfaat Joget untuk Kesehatan

Ada yang momen menarik dalam debat Pilpres perdana 2019 yang berlangsung Kamis, 17 Januari 2019. Di tengah perdebatan berlangsung, Prabowo tiba-tiba joget di podium. Video Prabowo joget pun viral di media sosial.

Momen itu terjadi ketika Joko Widodo atau Jokowi menanyakan soal data Indonesia Corruption Watch terkait calon legislatif (caleg) partainya yang mantan terpidana korupsi. Prabowo terlihat kehilangan kesabaran dan ingin segera menjawab. Tapi ucapan “tidak boleh” yang tegas dari moderator debat Pilpres 2019 Ira Koesno membuat seisi ruangan tertawa.

Ini bukan momen pertama Prabowo tertangkap kamera sedang bergoyang. Ia juga terlihat menari saat melakukan pendaftaran peserta pemilihan presiden dan penetapan nomor urut di Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu. “Irama musik itu cenderung bikin kita ingin joget,” kata Prabowo lewat tayangan YouTube di Gerindra TV yang dipublikasikan akhir September 2018.

Selain itu, kata Prabowo, tradisi tentara juga membuatnya senang berjoget. Ditambah lagi, orang tuanya sering menari ketika mendapat berita gembira.

Di luar banyak hal yang membuat Prabowo senang berjoget, sejumlah studi membuktikan bahwa menari adalah cara yang bagus untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat.

Everydayheatlh menuliskan bahwa menari dapat mengurangi ketegangan, apalagi jika itu dilakukan bersama dengan pasangan. Anda yang sedang kehilangan semangat pun bisa kembali bergairah setelah melakukan aktivitas ini.

Dampak menari untuk kesehatan lebih terlihat lagi ketika di usia lanjut. Dikutip dari Time pada Desember 2018, dua studi baru mengatakan bahwa menari dapat membuat Anda sehat hingga usia tua, mengurangi risiko kecacatan dan demensia.

Salah satu hasil studi, yang diterbitkan dalam Skandinavia Journal of Medicine & Science in Sports, memperlihatkan bagaimana aktivitas fisik mempengaruhi umumnya membantu wanita lansia tetap mandiri ketika mereka menua. Itu diukur dari kemampuan mereka tugas secara mandiri seperti berjalan, mandi, dan berpakaian.

Apa yang membuat menari membantu kesehatan mereka? Mungkin karena menari memerlukan berbagai keterampilan yang berbeda, baik mental maupun fisik.

“Menari tidak hanya membutuhkan keseimbangan, kekuatan, dan kemampuan daya tahan, tetapi juga kemampuan kognitif: kemampuan beradaptasi dan konsentrasi untuk bergerak sesuai dengan musik dan pasangan, seni untuk gerakan anggun dan cair, dan memori untuk koreografi,” kata para peneliti.

SUMBER : TEMPO

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: