Demo Di DPR Langgar PSBB, Anies Diminta Tegas Beri Sanksi PA 212 Dan FPI Cs

Aksi Tolak RUU HIP yang dimotori oleh PA 212, FPI, dan ormas Islam lainnya di depan Gedung DPR dinilai melanggar PSBB.

Demo menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang berlangsung pada Rabu (24/6) siang itu dihadiri massa dalam jumlah besar yang tidak mentaati prosedur keamanan dan pencegahan penyebaran covid-19.

Hal tersebut diungkap oleh Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono. Dia mengatakan bahwa aksi demo yang dihadiri kerumunan massa telah melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Karena itu, menurutnya Pemprov DKI harus memberikan sanksi kepada penanggung jawab aksi.

“Kan kerumunan masih belum diizinkan, kerumunan sampai begitu banyak orang. Jadi kelompok yang demo itu harus ditindak karena langgar PSBB. Sesuai dengan Pergub,” kata Pandu dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Lebih lanjut Pandu mencontohkan, kegiatan car free day (CFD) di Jalan Sudirman-MH Thamrin sempat menjadi tempat warga berkerumun.

Karena banyak dikritik, kegiatan itu akhirnya dihentikan kembali oleh Pemprov DKI. Oleh sebab itu, Pandu menilai aksi demonstrasi yang melibatkan orang banyak untuk sementara tidak dilakukan.

“Makanya kemarin juga CFD dihentikan dulu sementara. Sama saja kan begitu. Sama kaya demo kan begitu banyak ya. Harusnya ditindak,” kata Pandu.

Namun, Pandu tidak menjabarkan aturan dalam Pergub yang dilanggar. Ia hanya ingat ada larangan mengumpulkan orang dalam jumlah yang masif.

“Pokoknya selama PSBB itu aturannya tidak boleh menghimpun kerumunan banyak orang seperti itu,” ucap dia.

Selain Pandu, warganet juga mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang terbukti melanggar PSBB di Jakarta. Khususnya kepada inisiator Aksi dari ormas Islam seperi PA 212 dan FPI serta Ormas-ormas lain yang terlihat dalam aksi tesebut.

Namun, warganet menilai bahwa pemberian sanksi kepada PA 212 dan FPI Cs akan sangat sulit dilakukan oleh Anies Baswedan lantaran mereka adalah pendukung setia yang sudah memuluskan jalan Anies menjadi Gubernur DKI.

“Itu pendukung Anies gak mungkin dihukum”, ujar salah satu warganet

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: