Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Solo

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, menangkap seorang pria berinisial REP dari sebuah kost-kostan di RT 05 RW 01, Losari, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Senin 25 Mei 2020. Selain mengamankan REP, Densus 88 juga menangkap BE di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ketua RT 05 RW 01, Losari, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Sukirno membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di wilayahnya. Penangkapan itu terjadi pada Kamis 21 Mei 2020 sekira pukul 12.30 WIB.

Sukirno baru tahu kalau di wilayahnya ada terduga teroris yang dibekuk saat dirinya baru saja tiba di rumah usai sholat di masjid. “Baru saja saya sampai rumah setelah dari masjid, ada petugas berpakaian preman mendatangi saya. Petugas itu meminta pada saya untuk menjadi saksi penggeledahan,” kata Sukirno, Senin (25/5/2020).

Ditambahkan Sukino, REP selama ini menempati salah satu kamar kost yang dikelola oleh BE. Sedangkan BE sudah menetap di wilayah tersebut sejak tahun 2016 karena menikah dengan warga Pasar Kliwon. Oleh mertuanya, BE diminta untuk mengelola rumah kost.

“Dia (BE) mengelola 11 ruang (kamar), namun 1 kamar ditempati sendiri,” paparnya.

REP baru satu bulan menempati rumah kost milik BE. Namun, meski sudah satu bulan tinggal di kost tersebut, REP belum menyerahkan identitas.

Saat dirinya mencoba meminta identitas REP, BE selaku pengelola kost berusaha melindunginya dengan selalu beralasan orangnya sedang pergi.

“BE selau bilang kalau REP sedang pergi, tidak ada di kamarnya. Begitu terus kalau saya hendak meminta identitas REP,” ujar dia.

Namun, Sukirno tak tahu BE juga ditangkap Densus di daerah Gentan, Sukoharjo.”Saya kurang tahu. Tapi yang di tangkap di sini temannya mas BE,” ucap dia.

Diakui Sukirno, sehari-hari BE membantu istrinya berjualan online. Sedangkan profesi REP tidak ada yang tahu, infonya seorang pedagang.

“Sehari-hari (BE), selain dipasrahi mengelola kost, juga bantu istrinya berjualan online. Kalau temannya katanya pedagang,” ujar dia.

Menurut Sukirno, dirinya tak tahu persis apakah ada barang lain selain 11 buku tentang jihad yang dibawa Densus 88 dari dalam kamar kost REP.

“Yang saya tahu cuma 11 buku tentang jihad saja yang diamankan. Tak tahu kalau ada barang lainnya,” pungkasnya.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: